Dusun Teluk Air di Desa Batu Ampar Kecamatan Batu Ampar ini terletak di belakang sebuah bukit kepulauan hingga kini belum berlistrik sejak puluhan tahun. Foto: Ist

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Teluk Air adalah salah satu dusun di Desa Batu Ampar Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya yang hingga kini belum menikmati aliran listrik.

Dusun yang terletak di belakang sebuah bukit kepulauan ini sejak puluhan tahun hanya menggunakan lampu teplok atau genset sebagai sumber penerangan.

“Sudah dari dulu ndak ada listrik. Selama ini hanya gunakan lampu teplok (pelita). Sedangkan yang punya uang gunakan genset,” ungkap Didit Sudarmo (32) warga setempat kepada BerkatnewsTV, Rabu (22/1).

Ia akui sering kali warga mengajukan listrik namun hingga kini tak kunjung terealisasi, baik ke pemerintah desa, pemerintah daerah, anggota dewan maupun PLN.

“Usulan sudah sering diajukan tapi sampai sekarang belum ada respon. Kami tidak tahu terhambat dimana. Padahal di Desa Batu Ampar ada PLN tapi tidak sampai ke sini,” ucapnya.

Ditambahkan Saini (28), di Dusun Teluk Air terdiri dari dua RW dan empat RT yang dihuni sekitar 178 kepala keluarga atau lebih dari 500 jiwa.

“Banyak anak-anak di sini kalau belajar pakai lampu pelita di malam hari,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan jika transportasi anak sekolah menyeberang ke Desa Batu Ampar menggunakan sampan kato dengan biaya Rp130 ribu per siswa per bulan.

“Uang itu untuk biaya beli minyak dengan waktu tempuh sekitar 35 menit. Itu pun lihat lagi kondisi cuaca. Kalau buruk tidak berani berangkat ke sekolah karena sampan yang ditumpangi ukuran kecil,” ujarnya.(fan)