Komisi II DPRD Sekadau meninjau lokasi PDAM Sirin Meragun Sekadau di Kecamatan Nanga Taman kabupaten Sekadau yang rusak akibat banjir bandang. Foto: Gunawan

Sekadau, BerkatnewsTV. Komisi II DPRD Sekadau lakukan kunjungan kerja (Kunker) ke lokasi PDAM Sirin Meragun Sekadau di Kecamatan Nanga Taman kabupaten Sekadau, Senin (6/1/).

Kunker ini dilakukan pasca banjir bandang Desember tahun 2019 lalu yang menyebabkan pipa primer besi yang mengalirkan air ke pelanggan di dekat intake banyak yang rusak dan terpotong, akibatnya, air tidak mengalir ke pelanggan.

Kunker dipimpin langsung oleh ketua Komisi II DPRD Sekadau, Yodi Setiawan bersama anggota komisi II lain yakni Bambang Setiawan, Matheus Candra Dawi, Ari  Kurniawan Wiro, Lorensius Ardi Wiranata, Moloi dan perwakilan Komisi I, Yohanes Ayub.

Turut serta dalam Kunker Komisi I dan Komisi II ini yakni, perwakilan BPBD kabupaten Sekadau, Kapolsek Nanga Taman beserta anggota, perwakilan Danramil Nanga Taman dan Kepala Desa Meragun.

Sebagai wakil rakyat kata Yodi, banyak masyarakat mempertanyakan kepada pihaknya kapan PDAM Sirin Meragun ngalir pasca bencana bukan Desember 2019 lalu.

“Namun setelah kami datangi langsung ke lokasi, kami melihat yang sebenarnya, memang ini karena bencana alam,” jelasnya.

Yodi berpesan kepada masyarakat pelanggan PDAM sirin meragun supaya bersabar. Saat ini pihak PDAM sudah menyediakan alternatif lain untuk penampungan air sementara supaya air bisa ngalir, karna jika menunggu yang permanen cukup lama pengerjaannnya dikarnakan keadaan  cuaca yang sering hujan

“Kita apresiasi kepada pihak PDAM yang cukup tanggap dalam menangani masalah ini,” ungkap legislator Gerindra ini.

“Jika memang dibutuhkan anggaran tambahan dari BPBD karena ini adalah bencana, kita ada dana tanggap darurat, pihak DPRD sangat mendukung dan tergantung persetujuan dari berbagai pihak. Tergantung pihak eksekutif saja, kami pihak DPRD tidak ada masalah karna ini untuk kepentingan masyarakat,” tambah Yodi.

Sementara itu, Direktur PDAM Sirin Meragun Sekadau, Yok Kelak mengatakan setelah anggota dewan melihat lokasi langsung, anggota DPRD bisa menyampaikan ke masyarakat kejadian yang sebenarnya.

“Inilah kejadian yang sebenarnya dan inilah langkah-langkah yang kami lakukan,” jelasnya.

Ia mengatakan, untuk perbaikan pipa induk belum bisa diprediksi. Paling cepat dalam waktu 1 bulan, dikarnakan cuaca yang kadang hujan.

“Kadang kami hanya bisa kerja setengah hari saja. Kami juga harus menjaga pipa alternatif agar air tetap jalan,” jelasnya.

Yok juga menjelaskan, ada sekitar 200an meter pipa induk yang rusak dan harus disambung. Untuk tenaga kerja kata dia, ada sekitar 20-25 orang.

“Sementara, pipa yang lama kita benanmkan didalam sungai agar pelayanan air tetap mengalir,” tutupnya.(gun)