Sakit Tak Kunjung Sembuh, Seorang Wanita di Singkawang Nekat Gantung Diri

Warga Jalan Sagatani Gang Durian, Kelurahan Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan digegerkan dengan penemuan mayat perempuan yang tergantung di dalam rumah, Rabu (23/10) sekitar pukul 10.00 WIB. Foto: Mizar

Singkawang, BerkatnewsTV. Warga Jalan Sagatani Gang Durian, Kelurahan Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan digegerkan dengan penemuan mayat perempuan yang tergantung di dalam rumah, Rabu (23/10) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi melalui Kasat Reskrim, AKP Tri Prasetyo mengatakan, jika korban gantung diri berinisial RN.

Menurut keterangan suami korban AA, bahwa pada hari Selasa (21/10) sekitar pukul 18.30 WIB, korban bersama dengan suami dan kakak sepupunya IM pergi ke dokter untuk mengecek penyakit yang diderita oleh korban.

“Korban sering mengeluh sakit pada kemaluannya, setelah dilakukan pengecekan oleh dokter bahwa korban di diagnosa mengalami penyakit infeksi saluran kencing,” katanya.

Kemudian, sekitar pukul 21.00 WIB, korban bersama suami dan kakak sepupunya pulang ke rumah dan langsung istirahat (tidur).

“Sekitar pukul 24.30 WIB, suami korban terbangun dari tidur untuk memberikan obat kepada korban. Namun korban tidak ada di tempat tidurnya dan suami korban mencari korban dan melihat sudah tergantung di gawang pintu dapur,” ujarnya.

Selanjutnya, suami korban menurunkan korban yang dibantu oleh kakak sepupu korban.

“Pada hari Rabu (23/10) sekitar pukul 10.00 WIB, pihak keluarga baru melaporkan peristiwa gantung diri tersebut kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Sijangkung dengan alasan bahwa pihak keluarga tidak mempermasalahkan peristiwa gantung diri yang dilakukan oleh korban,” ungkapnya.

Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke rumah orang tua korban yang beralamat di Dusun Tikalong Desa Ansiap, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah.

“Sehingga dapat disimpulkan, bahwa korban meninggal dunia diduga disebabkan penyakit yang dialaminya beberapa minggu ini,” jelasnya.

Menurutnya, pihak kepolisian telah menjelaskan kepada pihak keluarga agar korban dilakukan visum et revertum dan outopsi guna mengetahui penyebab kematian korban.

“Namun pihak keluarga korban tidak bersedia untuk dilakukan visum et revertum dan outopsi terhadap korban dan telah menganggap kejadian ini murni musibah gantung diri,” tuturnya.(mzr)

Tulis Komentar