Desa Sulit Terapkan CMS Lantaran Tidak Ada Perbankan

Kepala Desa di Kubu Raya saat ikut raker diantaranya mengungkapkan tidak bisa menerapkan sistem nontunai atau CMS lantaran tidak ada fasilitas perbankan. Foto: Ist

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Dari total 123 desa di Kubu Raya, 95 desa lainnya belum menerapkan sistem nontunai atau Cash Management System (CMS) dalam pengelolaan keuangan desa.

Berbagai kendala dan alasan yang disampaikan kepala desa sehingga belum menerapkan sistem nontunai atau Cash Management System (CMS) tersebut untuk mengikuti jejak 28 desa yang sudah menerapkan.

“Kalau tempat kami karena masih baru jadi belum bisa menerapkan CMS. Kecuali di desa induk sudah menerapkan CMS,” kata Pj Kades Rengas Kapuas Zainuddin, Selasa (10/9).

Pihaknya saat ini masih memfokuskan untuk pelaksanaan Pilkades serentak dengan mempersiapkan segala sesuatunya. Rengas Kapuas adalah desa yang belum lama terbentuk, hasil pemekaran dari Desa Sui Rengas di Kecamatan Sui Kakap.

“Sehingga kalau nanti sudah ada kades definitif baru bisa terapkan CMS seperti yang ditargetkan Pak Bupati tahun depan sudah harus semuanya,” tuturnya.

Sementara bagi Desa Muara Baru di Kecamatan Sui Raya, sistem nontunai atau Cash Management System (CMS) belum dapat diterapkan lantaran kesulitan jaringan internet.

“Untuk dapatkan internet kami harus ke daerah yang tinggi. Selain itu juga fasilitas perbankan seperti ATM tidak ada ditambah lagi jarak tempuh desa dengan kecamatan yang mencapai 105 km sulit untuk menerapkan CMS,” ungkap Kepala Desa Muara Baru Suryadi.

Sementara ini pihaknya masih menerapkan sistem manual atau transaksi pembayaran tunai. Namun kedepannya pihaknya akan menerapkan CMS seperti yang diprogramkan.

“Sebab manfaatnya bagi kami bahwa beban pengelolaan keuangan desa akan lebih ringan. Ditambah lagi adanya transparansi kepada masyarakat,” tuturnya.

Desa Muara Baru hasil pemekaran dari Desa Pulau Jambu pada tahun 2012 silam. Dengan jumlah penduduk 1.048 jiwa, APBDes Desa Muara Baru Rp1,6 miliar.(rob)

Tulis Komentar