Sanggau, BerkatnewsTV. Penanganan Pemyalahgunaan Narkotika di Kabupaten Sanggau mengalami trend kenaikan sepanjang tahun 2018.
Hal itu dipicu oleh perkembangan situasi nasional, regional maupun wilayah Sanggau yang terus mengalami perubahan.
Demikian diungkapkan Kepala BNNK Sanggau AKBP Ngatiya saat menggelar press release akhir tahun 2018 di kantor BNNK Sanggau, Kamis (27/12) siang.
Keempat program tersebut, dijelaskan Ngatiya yakni program dukungan manajemen, program P4GN, program penguatan lembaga, rehabilitasi dan penyelidikan jaringan peredaran gelap narkoba.
Tahun 2018 ini, BNNK Sanggau berhasil merehabilitasi sebanyak 29 pecandu narkoba. Mirisnya 22 di antaranya masih dalam usia produktif.
“29 Orang itu terdiri dari 10 orang rawat jalan di Klinik Sehat Pratama BNNK Sanggau., 2 orang Rawat Jalan di RSUD Sanggau, 15 orang rawat inap di RS. PArindu, satu orang rawat inap di RBM Khatulistiwa Pontianak, 1 orang rawat inap di Balai Rehabilitasi Lido Bogor,” rinci dia.
Dikatakan Ngatya, 2018 merupakan tahun darurat narkoba yang merupakan tugas besar bagi BNN untuk menanggulangi semakin naiknya laju prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia.
Satu sisi minimnya pemahanan masyarakat khususnya para pecandu tentang pentingnya rehabilitasi menjadi faktor utama pecandu untuk dilakukan penyembuhan melalui rehabilitasi.
“Masih ada anggapan kalau direhab nanti kemudian ditangkap dan lain sebagainya,” beber Ngatya lagi.
Sedangkan untuk penanganan kasus narkotika sepanjang tahun 2018, hanya satu kasus, dengan tersangka dua orang WNI yaitu HW dan Us. Sedangkan jumlah barang bukti yang berhasil disita 14 bungkus sabu.(dra)













