Pontianak, BerkatnewsTV. “Kalbar bekerja dan berdaya, itu spirit kami. Kalbar telah enam kali meraih gelar WTP, kami akan membangun pemerintahan yang akuntabel. Dan di Kalbar terjadi peningkatan kasus korupsi tiap tahunnya. Ke depan kita akan memaksimalkan fungsi e-bugeting, e-planning dan sistem lainnya. Kita akan meningkatan kerjasama dengan KPK memperkecil peluang adanya korupsi di jajaran Birokrasi Kalbar”.

Komitmen itu ditegaskan pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Kalbar nomor urut 2 Karolin Margret Natasa – Suryadman Gidot saat memaparkan visi misi dan program kerja di debat publik yang dihelat oleh KPU Kalbar, Kamis (21/6) di Pontianak.

“Kita semua berkomitmen mendukung pemberantasan korupsi dalam berbagai bentuk mulai dari pungutan liar (Pungli), gratifikasi, suap, sampai pada penyalahgunaan wewenang dan keuangan negara,” kata Karolin.

Ia juga menyebutkan indikator kemiskinan sendiri di tingkat pusat belum mendapatkan kata sepakat. Dirinya sudah dua periode di DPR RI, jadi sangat tahu. Salah satu yang menjadi indikator kemiskinan adalah kepemilikan sertifikat hak milik atas tanah dan lahan. Bagaimana masyarakat kita tidak miskin, masyarakat kita masih banyak yang hidup di wilayah hutan lindung sehingga tidak memiliki sertifikat kepemilikan atas tanah dan lahan tersebut.

“Kami berkomitmen untuk memanfaatkan Program Tanah Objek Reforma Agraria dari Jokowi bagi masyarakat kita yang tinggal di pedalaman,” ucapnya.

Karolin juga berjanji akan menjadi pemimpin yang kekinian, pemimpin yang dekat dengan rakyat, ramah teknologi dan dapat dijangkau dengan ujung jari.(riz/rob)