Pontianak, BerkatnewsTV. PC Nahdlatul Ulama (NU) Sintang membuka temu jodoh (ta’ruf) dalam rangka memperingati Hari Santri 2026 pada Minggu (25/10/2026).
Setiap peserta harus memenuhi persyaratan minimal usia 20 tahun untuk laki-laki sudah berpenghasilan dan siap meminang. Untuk perempuan minimal 19 tahun, ijin wali, wajib didampingi mahram perempuan.
Selain itu, syarat terpenting lagi adalah panitia tidak menerima pendaftar dengan niat poligami. Dan usia tidak dibatasi. Temu jodoh ini juga dibuka ruang untuk duda dan janda yang sudah tua.
“Temu jodoh (ta’aruf) ini untuk masyarakat umum muslim yang kebetulan ingin mencari jodoh. Kalau pun ada santri namun yang sudah memenuhi persyaratan nikah baik dari sisi agama dan negara,” jelas Sekretaris PCNU Sintang Khadirin Sirojudin, S.HI kepada berkatnewstv, Rabu (21/10/2026).
Pendaftaran dimulai pada 19 – 23 Oktober 2026 dengan mengisi formulir biodata seperti data diri, Pendidikan, pekerjaan, visi misi pernikahan, kriteria pasangan (utamakan agama, akhlak) fisik serta penyakit berat/ Riwayat Kesehatan yang wajib diisi jujur. Dengan biaya pendaftaran Rp50 ribu per orang.
“Jadi, ketika mendaftar setiap peserta mengisi formulir ada visi misinya, biodata dan lain – lain yang ditentukan panitia,” tambahnya.
Ide menarik dan unik ini disebutkan Sirojudin bermula dari bincang – bincang pengurus NU Sintang untuk mempersiapkan Hari Santri.
“Teman-teman mempunyai pemikiran bagaimana kegiatan tahun ini yang belum pernah ada, menarik serta unik seperti ta’aruf. Sebab kalau membuat doorprice atau lomba sudah biasa. Dan ta’aruf ini juga siapa tahu bisa membantu masyarakat yang belum ada jodoh,” terangnya.
Baca Juga:
- Gandeng FKPP Siapkan Peringatan Hari Santri Nasional
- Hari Santri Nasional. Faruki: Santri Cinta Damai Bela NKRI
Panitia juga membuat ketentuan bagi peserta yakni dilarang chat berdua tanpa mediator, foto berdua, data tidak disebarkan luaskan ke media sosial dan jika ta’aruf gagal data dihapus oleh panitia.
Ta’aruf Lahirkan Generasi Emas
Sementara itu Ketua PCNU Sintang, Kiyai Saiful Anam, S.Pd.I mengatakan tema nasional HSN 2026 kali ini “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”
“Maka acara Ta’aruf Temu Jodoh di Puncak HSN Sintang itu bukan acara pinggiran, tapi inti dari temanya itu sendiri. Kenapa? Karena Indonesia Emas 2045 itu tidak akan lahir dari gedung dan jalan tol saja, tapi dari keluarga,” katanya.
Menurut, Saiful Anam negeri kuat karena keluarganya kuat. Indonesia Emas butuh generasi yang akalnya cerdas, hatinya bersih. Generasi itu tidak lahir tiba-tiba, lahirnya harus dari keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.
“Ta’aruf ini adalah pintu masuknya. Satu pernikahan yang sah dan barokah sama dengan satu pilar negeri emas,” terangnya.
Selain itu ia menambahkan untuk mencegah bonus demografi jadi bencana demografi. Indonesia menuju 2045 akan panen usia produktif. Kalau usia produktif tidak diarahkan ke pernikahan yang halal, lari ke pacaran bebas, perzinahan, LGBT, maka bonus demografi jadi musibah.
“Ta’aruf adalah solusi preventif yang aman dan barokah. Jadi kalau ditanya Apa hubungannya temu jodoh dengan Indonesia Emas. Jawabnya adalah kami tidak ingin Indonesia Emas 2045 diisi oleh generasi yang lahir tanpa kejelasan nasab. Kami ingin Indonesia Emas diisi oleh anak-cucu generasi Islam Sintang dan sekitarnya yang sholih dan sholihah yang hari ini kami pertemukan jodohnya di Panggung HSN,” pungkasnya.(rob)













