loading=

Mitos Angin Duduk dan  Serangan Jantung yang Wajib Anda Ketahui

Mitos Angin Duduk dan Serangan Jantung yang Wajib Anda Ketahui
Mitos Angin Duduk dan Serangan Jantung yang Wajib Anda Ketahui. Foto: ilustrasi

BerkatnewsTV. Salah satu mitos yang tersebar di masyarakat adalah istilah “angin duduk” yang dianggap sebagai masuk angin yang dapat disembuhkan dengan kerokan. Saat seseorang mengalami keluhan nyeri dada kiri, sering kali diatasi dengan kerokan atau dioles minyak dan dianggap sebagai “angin duduk”.Padahal dibalik istilah “angin duduk”, terdapat ancaman medis yang mengancam jiwa yaitu serangan jantung.

Secara medis, “angin duduk” sering kali merupakan gejala dari angina. Angina adalah kondisi nyeri dada yang timbul akibat kurangnya aliran darah ke jantung, yang dapat menjadi tanda awal atau bagian dari serangan jantung. “Angin duduk” tidak terjadi karena angin terjebak di dalam tubuh.

Kita dapat membayangkan jantung kita seperti pompa air utama yang mengalirkan air bersih (oksigen dan nutrisi) ke seluruh rumah (tubuh). Pembuluh darah koroner jantung adalah pipa airnya. “Angin duduk” atau serangan jantung terjadi bukan karena ada angin yang masuk, namun terjadi kketika tiba-tiba pipa tersebut tersumbat total oleh kotoran dan karat (plak kolestrol), sehingga air tidak bisa mengalir.

Memberikan kerokan atau minyak angin di kulit bagian luar seperti mengelap bagian luar pipa yang tersumbat, sementara sumbatan di dalam pipa tidak tersentuh.  Otot jantung yang kekurangan aliran darah akan menimbulkan gejala nyeri dada hebat. Sinyal bahaya inilah yang sering kali diabaikan dan dianggap sebagai sekadar “angin duduk”.

Serangan jantung merupakan kondisi gawat darurat akibat alirah darah ke otot jantung tersumbat total. Otot jantung yang tidak mendapat oksigen akan mati dalam hitungan menit. Berdasarkan  data Organisasi Kesehata Dunia (WHO), serangan jantung merupakan pembunuh diam-diam nomor satu di dunia dengan jutaan jiwa yang direnggut karena keterlambatan mendapatkan penanganan medis. Sehingga, mengenali nyeri dada akibat serangan jantung menjadi salah satu langkah penting dalam menyelamatkan nyawa. Semakin cepat dikenali, semakin cepat penderita mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Nyeri dada serangan jantung memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Sifat nyeri dada:  nyeri dada serangan jantung terasa seperti ditekan benda sangat berat, diremas atau terbakar dibagian tengah atau dada sebelah kiri. Nyeri dada tidak hilang dengan beristirahat.
  • Penjalaran nyeri dada: nyeri dada sering menjalar ke area tubuh lain seperti rahang bawah, leher, punggung , bahu lengan kiri atau ulu hati.
  • Durasi nyeri dada: nyeri dada dapat berlangsung beberapa menit atau terus menerus (persisten) hingga >20 menit.
  • Gejala penyerta: nyeri dada sering disertai gejala berkeringat dingin, mual/muntah, nyeri perut, sesak napas dan pingsan.

Jika keluhan masuk angin biasa akan membaik setelah dikerok atau dioles minyak. Nyeri dada akibat serangan jantung tidak akan hilang oleh tindakan tersebut. Jika Anda atau orang terdekat mengalami nyeri dada berat tersebut, Anda harus segera memeriksakan diri ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat. Istirahatkan penderita dengan posisi yang nyaman selama dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Upaya terbaik melawan serangan jantung si “pembunuh diam-diam” adalah dengan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah jantung koroner. Serangan jantung sangat terkait dengan gaya hidup yang kita jalani. Langkah pencegahan yang konsisten dapat menyelamatkan jantung kita antara lain:

  • Terapkan pola makan yang sehat: batasi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh (seperti gorengan, makanan cepat saji) dan gula berlebih. Perbanyak asupan serat dari sayur dan buah.
  • Rutin berolahraga: lakukan aktivitas disik (jalan cepat, bersepeda, berenang, dll) minimal 30 menit per hari sebanyak 3-5 kali seminggu.
  • Kendalikan faktor risiko utama: lakukan pemeriksaan tekanan darah, kadar kolestrol, gula darah secara berkala (terutama bagi yang memiliki riwayat keluarga penyakit jantung atau diabetes)
  • Kelola stress dan hindari rokok: berhenti merokok (termasuk rokok elektrik) dan Kelola stress harian dengan baik. Nikotin dan stress kronis merupakan pemicu kerusakan lapisan dinding pembuluh darah jantung.

Mari meninggalkan mitos lama “angin duduk” yang menunda seseorang mendapatkan pertolongan medis yang tepat. Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala nyeri dada yang berat, segera datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat. Jangan abaikan sinyal yang diberikan tubuh Anda. Jika ragu, segera memeriksakan diri kepada dokter. Salam sehat.

Penulis: dr. Stevani Rumapea (Dokter Umum RSUD Agoesdjam Ketapang)