Pontianak, BerkatnewsTV. BMKG mengeluarkan peringatan dini agar mewaspadai musim hujan yang bakal terjadi selama tiga bulan kedepan kendati fenomena Super El Nino masih tetap membayangi sejumlah daerah di belahan bumi termasuk Kalimantan Barat.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menilai informasi cuaca dan iklim yang disampaikan BMKG memiliki nilai strategis yang tidak hanya menjadi rujukan meteorologis, tetapi juga menjadi dasar dalam menyusun kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah.
“Informasi ini menjadi salah satu masukan strategis dalam menyusun kebijakan pembangunan daerah, mulai dari perencanaan tanam dan ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya air, kesiapsiagaan bencana, penganggaran mitigasi di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, hingga upaya menekan laju inflasi agar tetap terkendali demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya saat release Prediksi Musim Hujan 2026/2027 di Kalbar, Jumat (2/101/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Klimatologi BMKG Dr. Ardhasena Sopaheluwakan, M.Sc., jajaran Forkopimda Kalbar, para bupati/wali kota se-Kalimantan Barat, kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, serta para pemangku kepentingan terkait
Norsan pun mengingatkan kondisi iklim Kalimantan Barat tahun ini menuntut kewaspadaan ekstra. Kondisi tersebut ditandai dengan mundurnya awal musim hujan di sebagian wilayah Kalbar dibandingkan kondisi normal, serta perubahan karakteristik musim yang perlu diantisipasi bersama.
Sebab kondisi tersebut berpotensi diikuti curah hujan berintensitas tinggi dalam waktu singkat yang dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan, dan tanah longsor.
“Kita tidak ingin berpindah dari satu risiko ke risiko lainnya tanpa kesiapan. Pengalaman menghadapi karhutla (kebakaran hutan dan lahan) dan kekeringan harus menjadi pembelajaran untuk memperkuat kesiapsiagaan kita menghadapi musim hujan,” tegasnya.
Baca Juga:
- Super El Nino Ancam Kematian 19 Ribu Orang Indonesia
- El Nino Godzila Picu Kemarau Ekstrem, Anggaran Penanganan Karhutla Rp500 Juta
Jadikan Data BMKG Acuan Antisipasi
Norsan meminta seluruh jajaran perangkat daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota menjadikan data dan prediksi BMKG sebagai acuan dalam mengambil langkah antisipasi di lapangan.
Koordinasi lintas sektor yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, serta perangkat daerah dan instansi teknis lainnya perlu terus diperkuat, terutama dalam menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem.
“Langkah penyesuaian aktivitas dan mitigasi juga perlu dilakukan oleh para pelaku dunia usaha, khususnya yang bergerak di sektor perkebunan, pertanian, perikanan, transportasi, dan logistik, agar kegiatan operasional tetap berjalan aman serta dapat meminimalkan risiko kerugian akibat cuaca ekstrem,” jelasnya.
Selain pemerintah dan dunia usaha, Norsan menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan di tingkat komunitas.
“Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, serta meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan terhadap potensi bencana di lingkungan masing-masing,” imbaunya.(tmB)













