loading=

TB Rimba Megah XV Tenggelam di Perairan Pulau Meledang. Satu ABK Meninggal, Dua Orang Masih Hilang

TB Rimba Megah XV Tenggelam di Perairan Pulau Meledang. Satu ABK Meninggal, Dua Orang Masih Hilang
Hingga kini Tim SAR Gabungan masih melakukan Operasi SAR untuk mencari dua orang Anak Buah Kapal (ABK) TB Rimba Megah XV yang masih hilang. Sementara satu orang ABK atas nama M. Kasim (62) sebagai kelasi telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Foto: ist/berkatnewstv

Kayong Utara, BerkatnewsTV. Hingga kini Tim SAR Gabungan masih melakukan Operasi SAR untuk mencari dua orang Anak Buah Kapal (ABK) TB Rimba Megah XV yang masih hilang. Sementara satu orang ABK atas nama M. Kasim (62) sebagai kelasi telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Sedangkan empat ABK lainnya ditemukan dalam keadaan selamat. Keempatnya yakni Rian Hairullah (22), Aldi (29) selaku Mualim I, Irwansyah (58) selaku KKM, dan Makmur (44) selaku Nahkoda.

Semua korban merupakan ABK TB Rimba Megah XV yang tenggelam pada Jumt (21/8/2026) di Perairan Pulau Meledang Kabupaten Kayong Utara.

“Pada tanggal 21 Agustus 2026, Kantor SAR Pontianak melalui Unit Siaga SAR Kayong Utara menerima informasi dari seorang nelayan bernama Polos bahwa telah terjadi kecelakaan kapal TB Rimba Megah XV yang tenggelam di Perairan Pulau Meledang,” ungkap Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, Senin (24/8/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima, TB Rimba Megah XV berlayar dari Perairan Pontianak menuju Pulau Kendawangan pada 15 Agustus 2026. Kapal tersebut kemudian dilaporkan hilang kontak pada 17 Agustus 2026.

Pada 20 Agustus 2026 sekitar pukul 02.30 WIB, TB Rimba Megah XV yang sedang menarik Tongkang Prima Samudra II dalam kondisi kosong tenggelam setelah dihantam tongkang akibat kondisi angin dan gelombang di Perairan Pulau Meledang.

“Sekitar pukul 04.00 WIB, satu orang ABK atas nama Rian Hairullah berhasil ditemukan oleh nelayan setempat dan langsung dievakuasi ke Pulau Meledang. Kemudian tongkang ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB,” ujarnya.

Upaya pencarian terhadap ABK lainnya kemudian dilakukan oleh masyarakat sekitar. Pada 21 Agustus 2026, Kantor SAR Pontianak memberangkatkan satu tim Rescue Unit Siaga SAR Kayong Utara menggunakan RIB menuju lokasi kejadian.

“Tim Rescue Unit Siaga SAR Kayong Utara tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 08.46 WIB dan langsung berkoordinasi dengan Tim SAR Gabungan serta unsur SAR terkait untuk pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan,” jelasnya.

Baca Juga:

ABK Berhasil Ditemukan

Pada hari yang sama, sekitar pukul 13.50 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan tiga orang korban dalam kondisi selamat pada koordinat 1°41’55.98″S – 109°48’54.08″T.

Ketiga korban kemudian dievakuasi menuju pelabuhan dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Operasi SAR kemudian dilanjutkan untuk mencari tiga ABK lainnya. Namun hingga pukul 17.30 WIB, pencarian belum membuahkan hasil sehingga operasi dihentikan sementara dan dilanjutkan dengan pemantauan serta koordinasi.

Pada 22 Agustus 2026 pukul 06.00 WIB, Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan Operasi SAR hari kedua dengan luas area pencarian mencapai 200 NM² menggunakan metode penyisiran paralel dengan jarak antarjalur satu nautical mile.

Memasuki Operasi SAR hari ketiga pada 23 Agustus 2026, Tim SAR Gabungan kembali melakukan penyisiran permukaan dengan luas area pencarian sekitar 200 NM².

“Untuk hari ketiga, Tim SAR Gabungan kembali melakukan penyisiran permukaan dengan luas search area 200 NM². Pencarian dilakukan secara optimal untuk menemukan korban yang masih belum ditemukan,” kata I Made Junetra.

Alhasil, satu orang ABK atas nama M Kasim ditemkan meninggal dunia, sementara itu, dua ABK lainnya masih dalam pencarian, yakni Rikal Tiku Padang (32), Masinis II, dan Abd. Rahman (19), Juru Minyak.

Adapun empat ABK yang telah ditemukan dalam kondisi selamat yaitu *Rian Hairullah (22), Aldi (29) selaku Mualim I, Irwansyah (58) selaku KKM, dan Makmur (44) selaku Nahkoda.

“Kami bersama seluruh unsur SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap dua korban yang belum ditemukan. Kami berharap korban dapat segera ditemukan,” pungkasnya.(tmB)