Kubu Raya, BerkatnewsTV. Di usia 19 tahun Kubu Raya yang masih belum dapat terpenuhi kebutuhan dasar untuk masyarakat adalah air bersih.
Sebagian warga di ibukota Kabupaten Kubu Raya yakni di Kecamatan Sui Raya ternyata masih banyak yang mengaku tidak pernah menikmati air bersih selama 19 tahun.
“Selame ini kamek sekeluarge mandi pake aek paret jak. Mane ade ledeng ngaler. Udah dari dolok-dolok dah,” ungkap Asminah warga Parit Baru.
Lantaran terbiasa mandir air parit, ia dan keluarga tidak lagi memusingkan air ledeng yang dikelola oleh Perumdam Tirta Raya. Air bersih yang diharapkan adalah air tadah hujan.
“Kalau musim kemarau mau tidak mau harus beli air untuk masak dan minum saja. Mandi tetap pakai parit,” tuturnya.
Keluhan air ledeng juga terjadi di Sungai Raya Dalam. Lokasi tempat tinggal Bupati Kubu Raya Sujiwo dan para pejabat ini ternyata belum sepenuhnya dapat menikmati air ledeng.
“Kalau untuk mandi sehari-hari pakai air kolam. Disedot kemudian tampung dalam bak. Untuk jernihkanya pakai kaporit atau tawas,” kata Alwi warga Sungai Raya Dalam ujung.
Ia mengeluhkan air ledeng yang tidak pernah mengalir. Padahal, jaringan pipa sudah ada. Tapi herannya air tidak pernah mengalir.
“Pernah subuh subuh coba pakai sedot dengan mesin air. Ada airnya tapi ndak lama, ndak bisa lagi disedot karena tidak ada airnya,” ungkapnya.
Upaya yang dilakukannya itu ternyata berdampak terhadap pembayaran listrik yang membengkak. Hingga akhirnya ia terpaksa sedot air kolam untuk kebutuhan air sehari-hari.
Senada Warga Sui Raya Dalam, Eko juga mengeluhkan air ledeng yang tidak lancar mengalir.
Baca Juga:
- APBN Gelontorkan Rp88 Miliar Untuk Perbaikan Ledeng Kubu Raya
- Permintaan Air Ledeng di Kubu Raya Tinggi, Produksi Stagnan. Hermawan: Jangan Terlalu Berharap
“Susah mau ngomong dah. Saya dan keluarga sudah hampir 15 tahun tinggal di Serdam. Mau menikmati air ledeng seperti di Pontianak, rasa-rasanya susah. Parahnya kalau disedot pakai mesin air, hanya sebentar dapatnya itu pun warnanya kuning. Bahkan, lumpurnya mengendap, bak air luar biasa ikut kuning dan kotor,” ceritanya.
Warga Wonodadi II, Cici juga mengeluhkan kondisi air bersih yang tidak dapat dinikmatinya bersama keluarga sejak 25 tahun lalu hingga sekarang.
“Kami tinggal di sini memang sudah asal dan lama. Belum pernah mandi pakai ledeng karena memang tidak ada. Jadi untuk mandi pakai kolam. Ini memang dari jaman orang tua sudah ada kolamnya. Tapi airnya air gambut. Daripada tidak ada lebihi baik air kolam,” ucapnya.
Janji September Air Bersih Terpenuhi
Bupati Kubu Raya, Sujiwo meminta masyarakat bersabar menunggu rampungnya pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Arang Limbung yang ditargetkan selesai pada September 2027.
Sujiwo menjamin setelah proyek selesai kualitas layanan air bersih di Kecamatan Sungai Raya dipastikan meningkat. Selain itu, Perumdam Tirta Raya juga akan memiliki kapasitas untuk membuka sekitar 7.000 sambungan rumah baru bagi masyarakat yang selama ini masih menunggu layanan.
“Saya mohon masyarakat bersabar. Target kita September 2027 selesai. Setelah itu layanan air bersih akan semakin baik dan tersedia ruang untuk sekitar 7.000 sambungan baru,” janji Sujiwo.
Sujiwo tegaskan kebutuhan masyarakat terhadap air bersih sudah sangat mendesak. Keluhan warga terus berdatangan melalui berbagai saluran, mulai dari pesan langsung, WhatsApp, telepon, audiensi hingga layanan Halo Bupati.
“Masyarakat menunggu air bersih seperti menunggu setetes air di tengah gurun. Karena itu saya minta pekerjaan ini dipercepat, tentu tanpa mengabaikan kualitas,” tegasnya.
Direktur Perumdam Tirta Raya, Harmawan juga berjanji akan memenuhi air bersih di Kecamatan Sui Raya setelah pembangunan SPAM Arang Limbung berkapasitas 2 x 50 liter per detik selesai.
“Jaringan perpipaan baru akan menjangkau wilayah Wonodadi II dan Sungai Raya Dalam yang selama ini mengalami defisit. Sui Raya Dalam pelanggan terbanyak di Kubu Raya. Termasuk di Parit Baru, Teluk Kapuas, Arang Limbung, Limbung,” katanya.(rid//fan/tmB)













