Landak, BerkatnewsTV. Hari Berkabung Daerah yang diperingati setiap tanggal 28 Juni telah menjadi hari resmi pemerintah dan masyarakat Kalbar untuk mengenang kembali tragedi Mandor.
Tragedi Mandor, salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah Kalimantan Barat. Pada masa pendudukan Jepang sekitar tahun 1943–1944, ribuan masyarakat Kalimantan Barat, mulai dari raja, sultan, tokoh adat, ulama, guru, dokter, kaum intelektual hingga para pemimpin masyarakat ditangkap dan dibunuh tanpa proses hukum.
Peristiwa yang diperkirakan merenggut sekitar 21.037 jiwa tersebut bertujuan melumpuhkan kepemimpinan masyarakat agar tidak melakukan perlawanan terhadap tentara Jepang.
“Hari Berkabung Daerah ini bukan sekadar seremonial dan mengenang masa lalu, tetapi menjadi pengingat agar kita tidak pernah melupakan pengorbanan para pahlawan Kalbar. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini dibayar dengan pengorbanan yang sangat besar,” kata Sekda Pemprov Kalbar, Harisson saat memimpin Upacara Peringatan Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalimantan Barat di Makam Juang Mandor, Kabupaten Landak, Senin (29/6/2026).
Karenanya tambah Harisson, Hari Berkabung Daerah adalah bentuk penghormatan kepada para tokoh dan pejuang Kalbar yang menjadi korban kekejaman tentara Jepang.
“Peristiwa bersejarah ini harus terus dikenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar semangat perjuangan para pendahulu tetap hidup dan menjadi inspirasi dalam mengisi kemerdekaan. Jadi, saya mengajak generasi muda untuk tidak melupakan sejarah. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya,” tegasnya.
Ia juga mengajak pelajar dan pemuda untuk meneruskan perjuangan para pendahulu melalui prestasi, pengabdian, serta menjaga persatuan.
Baca Juga:
- Hari Berkabung Daerah, Keluarga Korban Tragedi Mandor Terharu
- Hari Berkabung Daerah, Generasi Muda Tiru Semangat Pejuang
“Kalau dulu para pahlawan berjuang melawan penjajah, sekarang tugas kita adalah membela tanah air dengan belajar sungguh-sungguh, bekerja dengan baik, menjaga persatuan, serta ikut membangun daerah dan negara,” pesannya.
Harisson juga menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk terus melakukan penataan dan rehabilitasi kawasan Makam Juang Mandor agar menjadi destinasi wisata sejarah yang representatif sekaligus pusat edukasi bagi masyarakat.
“Kami akan terus mengupayakan perbaikan kawasan ini agar menjadi tempat yang lebih layak dan nyaman dikunjungi.
Kawasan Makam Juang Mandor memiliki nilai sejarah yang sangat penting sehingga perlu dijaga dan dimanfaatkan sebagai sarana edukasi.
“Kami ingin Makam Juang Mandor menjadi salah satu tujuan wisata sejarah perjuangan di Kalbar. Harapan kami, masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa, datang ke sini untuk belajar dan memahami betapa mahalnya harga sebuah kemerdekaan,” pungkasnya.
Hari Berkabung Daerah Kalimantan Barat diperingati setiap 28 Juni berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 298 Tahun 2007.
Peringatan tersebut menjadi pengingat atas besarnya pengorbanan para korban Tragedi Mandor sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta mengisi kemerdekaan dengan karya dan pengabdian bagi bangsa.(tmB)













