Kubu Raya, BerkatnewsTV. Habib Jindan bin Novel bin Syekh Abu Bakar bin Salim memuji harmonisasi dan toleransi antar umat beragama dan suku di Kalbar khususnya di Kabupaten Kubu Raya.
Ia berharap harmonisasi dan toleransi harus terus dirawat dan dijaga sehingga tetap dalam suasana rukun dan damai dalam bingkai NKRI.
“Alhamdulillah semua akur, walaupun bahasanya banyak, sukunya banyak. Tetapi Indonesia paling akur diantara semua negara-negara yang ada di dunia ini. Hubungan harmonisasi memang perlu dijaga dengan menjaga silahturahmi, komunikasi antar sesama,” katanya saat dialog kebangsaan di Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (22/6/2026).
Dialog Kebangsaan ini dihadiri para pemuka agama, lintas organisasi keagamaan, suku, agama maupun kepemudaan di Kubu Raya.
“Tentu dialog kebangsaan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan dalam menjaga keutuhan NKRI sejalan dengan nilai-nilai hijrah yang menekankan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik,” harap Pimpinan Yayasan Al Fachriyah, Tangerang, Banten ini.
Baca Juga:
- Jaga Toleransi dan Harmonisasi, 22 Organisasi Etnis Budaya Sampaikan Pernyataan Sikap
- FKUB Garda Depan Toleransi Umat Beragama
Sementara itu Bupati Kubu Raya Sujiwo menyatakan siap mendukung kegiatan-kegiatan yang memperkuat persatuan dan kesatuan serta mempererat hubungan antar warga.
Dialog bertema spirit hijrah mempererat persaudaraan untuk Indonesia yang lebih berdaulat dan bermartabat ini diisi dengan penceramah kondang yakni Habib Jindan bin Novel bin Syekh Abu Bakar bin Salim.
Sujiwo menyebut daerah Kubu Raya terbuka lebar untuk kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.
“Kubu Raya nanti juga akan menjadi tuan rumah Porseni tingkat provinsi yang diperkirakan ada 1000 lebih orang nanti. Memang akhir-akhir ini Kubu Raya semakin dilirik untuk kegiatan-kegiatan kemasyarakatan maupun lintas lembaga lain,” terangnya.
Sementara Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Barat, M. Bari menambahkan sprit Hijrah merupakan transformasi dari proses kehidupan untuk menuju kebaikan. Hijrah juga mengajarkan keberanian dalam memperbaiki diri.
“Memperkuat karakter meningkatkan kualitas kehidupan serta menghadirkan manfaat bagi sesama,” lanjutnya.(dian)













