loading=

MBG Justru Naikan Stunting 1,32 Persen

MBG Justru Naikan Stunting 1,32 Persen
Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Sanggau. Adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan sejak 17 Februari 2025, justru berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Dimana angka stunting mengalami kenaikan 1,32 persen di daerah penerima manfaat. Foto: ilustrasi

Sanggau, BerkatnewsTV. Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Sanggau. Adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan sejak 17 Februari 2025, justru berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Dimana angka stunting mengalami kenaikan 1,32 persen di daerah penerima manfaat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sanggau, angka stunting 2024 sebesar 21,48 persen. Namun di tahun 2025 turun menjadi 20,50 persen. Namun, di triwulan I tahun 2026 ditengah berjalannya program MBG yang digadang-gadang mampu menurunkan stunting ternyata angka tersebut justru mengalami kenaikan 1,32 persen menjadi 21,82 persen.

“Di tahun 2025 itu kita mendapat prestasi dalam hal penanganan stunting dengan posisi kedua se Kalimantan Barat setelah Kota Pontianak. Kalau kita lihatnya trendnya di tahun 2026 ini ada peningkatan kasus, ini anomali menurut saya,” kata Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena yang juga Ketua Satgas Percepatan Program MBG Sanggau ketika ditemui, Senin (8/6/2026).

Melihat data stunting yang menurutnya anomali dengan program MBG, dia berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG maupun penanganan stunting.

Baca Juga:

“Kebetulan saya juga Ketua penanganan stunting, nanti saya koordinasikan dan saya panggil OPD terkait untuk membahas persoalan stunting ini,” ujarnya.

Ia mengaku cukup bingung dengan anomali yang terjadi antara program MBG dengan penurunan stunting.

“Harusnya program MBG ini mampu menurunkan stunting, tapi faktanya justru angka stunting malah naik, nanti kita evaluasi lagi,” ungkapnya.

Susana menduga, program MBG yang salah satu tujuannya menurunkan stunting tidak tepat sasaran. Artinya, daerah-daerah yang angka stuntingnya tinggi harusnya menjadi prioritas program MBG.

“Ini mungkin persoalan yang kita hadapi. Kami di daerah hanya mendukung kebijakan Pemerintah Pusat. Mestinya program MBG ini menyasar daerah yang angka stuntingnya tinggi, bukan di perkotaan dulu yang dibangun dapur-dapur MBG,” pungkasnya.(pek)