Kubu Raya, BerkatnewsTV. Proyek peningkatan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Perumdam Tirta Raya menelan anggaran sebesar Rp89 miliar yang bersumber dari APBN yang dikucurkan lewat Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum.
Kontrak pelaksaan proyek dua item itu telah dimulai bulan Mei dan Juni 2026 yang ditargetkan rampung 480 hari kalender hingga September 2027 mendatang. Untuk proyek pembangunan jaringan perpipaan dan bangunan SPAM sebesar Rp58 miliar lebih dan peningkatan IPA kapasitas 2×50 liter per detik SPAM Arang Limbung sebesar Rp29,5 miliar lebih.
“Dengan kapasitas 2×50 liter per detik atau total 100 liter per detik, IPA Perumdam Tirta Raya diharapkan mampu memperkuat sistem penyediaan air bersih sekaligus meningkatkan cakupan pelayanan kepada masyarakat,” kata Bupati Kubu Raya, Sujiwo saat groundbreaking pada Senin (24/8/2026).
Apalagi, ia sebutkan saat ini, pelayanan air minum di Kubu Raya baru mencapai 20,7%. Dengan pembangunan IPA berkapasitas 2 × 50 LPS, pelayanan air minum ditargetkan dapat meningkat hingga 23% warga Kubu Raya.
“Air bersih bukan sekadar kebutuhan, tetapi hak masyarakat. Masyarakat menunggu air bersih seperti menunggu setetes air di tengah gurun. Karena itu saya minta pekerjaan ini dipercepat, tentu tanpa mengabaikan kualitas,” ujarnya.
Sujiwo juga tegaskan tidak akan kompromi soal kualitas pekerjaan. Dan kontraktor diminta untuk benar-benar kerjakan sesuai dengan aturan.
“Walaupun proyek ini dibiayai APBN, saya tidak akan pernah berkompromi soal kualitas. Pekerjaan harus selesai tepat waktu dan hasilnya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Baca Juga:
- SPAM Tak Berfungsi. Warga Perbatasan Keluhkan Air Bersih
- 19 Tahun Kubu Raya Tidak Pernah Mandi Air Ledeng
Kebutuhan Air Bersih Urgen
Sementara itu Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, menegaskan persoalan kebutuhan air bersih di Kalimantan Barat merupakan hal yang sangat mendesak dan membutuhkan perhatian pemerintah pusat. Kabupaten Kubu Raya, menurutnya, menjadi salah satu daerah yang membutuhkan dukungan pembangunan infrastruktur air bersih.
“Kebutuhan air bersih di Kalimantan Barat ini sangat urgen. Salah satu contoh di Kabupaten Kubu Raya. Pemerintah pusat harus peduli dengan hal ini, karena ini adalah salah satu solusi membuat masyarakat sejahtera,” tegas Lasarus.
Menurut Lasarus, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang memiliki kaitan langsung dengan kualitas kehidupan masyarakat. Karena itu, pembangunan sarana dan prasarana air bersih harus terus didorong melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah.
8.000 Sambungan Rumah Baru
Direktur Perumdam Tirta Raya, Hermawan mengatakan pembangunan SPAM Arang Limbung berkapasitas 2 x 50 liter per detik ditargetkan selesai pada September 2027 dan akan difokuskan untuk meningkatkan layanan air bersih di Kecamatan Sungai Raya hingga 8.000 ribu sambungan rumah baru.
Menurutnya jaringan perpipaan baru akan menjangkau wilayah Wonodadi II dan Sungai Raya Dalam, yang selama ini masih mengalami keterbatasan pasokan air bersih. Selain itu, peningkatan layanan juga akan menyasar sejumlah kawasan permukiman, termasuk Komplek Kapuas dan Komplek Sakura.
“Setelah proyek selesai, pelayanan air bersih akan semakin optimal. Bahkan Bandara Supadio juga telah berkomunikasi dengan kami untuk penambahan sambungan air bersih,” ujarnya.
Ia berharap proyek strategis tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan air bersih sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan permukiman dan investasi di Kabupaten Kubu Raya.(dian)













