loading=

Pembunuhan Pemuda Dalam Karung Bermotifkan Utang, Pelaku dan Korban Sempat Berkelahi

Pembunuhan Pemuda Dalam Karung Bermotifkan Utang, Pelaku dan Korban Sempat Berkelahi
Setelah kurang dari 24 jam terungkap, polisi berhasil menangkap dan telah melakukan pemeriksaan terhadap WF (24) pelaku pembunuhan terhadap M (18) seorang pemuda yang mayatnya ditemukan dalam karung di kamar indekost di Gang Sekawan Bujang Malaka Kota Sanggau, Jumat (2/1/2026). Foto: pek/berkatnewstv

Sanggau, BerkatnewsTV. Setelah kurang dari 24 jam terungkap, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap WF (24) pelaku pembunuhan terhadap M (18) seorang pemuda yang mayatnya ditemukan dalam karung di kamar indekost di Gang Sekawan Bujang Malaka Kota Sanggau.

WF ditangkap Desa Gombang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, pada Jumat (2/1/2026) sekira pukul 00.15 WIB setelah melakukan pembunuhan terhadap M (18) pada Senin (1/1/2026) kemarin.

Di pemeriksaan awal, terungkap kasus pembunuhan ini bermotifkan utang piutang senilai Rp700 ribu. Saat pelaku menagih kepada korban sempat terjadi perkelahian keduanya.

“Cerita awalnya adalah, korban ini memiliki hutang dengan pelaku senilai Rp700 ribu. Pelaku menagih kepada korban uang tersebut karena mau dipakai untuk pulang kampung,” ungkap Kasat Reskrim Polres Sanggau, AKP Fariz Kautsar Ramadhan, Jumat (2/1/2026).

Bukannya mengembalikan utang kepada pelaku, korban malah memaki pelaku.

Baca Juga:

“Korban juga melempar rokok ke pelaku hingga memicu perkelahian kedua belah pihak di kamar pelaku,” terangnya.

Pada saat perkelahian keduanya, pelaku, sempat memiting korban dibagian leher.

“Sambil memiting korban, pelaku meraih tali tambang yang terkait diember kemudian melilitkannya ke leher korban sambil menekan badan korban ke bawah sambil ditarik talinya sehingga korban lemas hingga meninggal dunia,” tuturnya.

Usai menghabisi korban, pelaku kemudian mengikat korban dengan kabel dan tali dan memasukkannya ke dalam karung.

“Setelah memasukan dalam karung, korban ditinggal di kamar pelaku kemudian pelaku keluar dari kos dan pulang kampung ke daerah Landak,” pungkasnya.(pek)