loading=

Penyuluh Agama Singkawang Dilatih Pencegahan Konflik

Dua orang Penyuluh Fungsional Agama Islam Kantor Kemenag Singkawang, Marsudi dari KUA Singkawang Selatan dan Dinna Rahmi dari KUA Singkawang Utara, yang ikut SPARK Zona C Sektor Kalimantan di Jakarta, Jumat (19/7). Foto: ist/tmB
Dua orang Penyuluh Fungsional Agama Islam Kantor Kemenag Singkawang, Marsudi dari KUA Singkawang Selatan dan Dinna Rahmi dari KUA Singkawang Utara, yang ikut SPARK Zona C Sektor Kalimantan di Jakarta, Jumat (19/7). Foto: ist/tmB

Singkawang, BerkatnewsTV. Dua orang Penyuluh Fungsional Agama Islam Kantor Kemenag Singkawang, Marsudi dari KUA Singkawang Selatan dan Dinna Rahmi dari KUA Singkawang Utara, berhasil lolos seleksi Bimtek Sekolah Penyuluh dan Penghulu Aktor Resolusi Konflik (SPARK) Zona C Sektor Kalimantan.

“Pelatihan ini dirancang untuk membekali penyuluh dengan keterampilan menjadi Aktor Resolusi Konflik di daerah masing-masing,” jelas Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, H. Muhlis, Jumat (19/7).

Selain itu, kata dia, mereka berdua dilatih untuk mencegah dan memetakan konflik yang mungkin terjadi di masyarakat, sehingga dapat diantisipasi sejak dini.

Selama Bimtek, para peserta juga menyusun Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) yang melibatkan kegiatan Sosialisasi Optimalisasi Keikutsertaan Penyuluh Agama dalam mendaftar SPARK melalui Instagram BPKI URAIS.

“Kegiatan ini penting karena masih banyak penyuluh yang belum mengetahui program tersebut,” ujar Muhlis.

Para peserta juga membuat flyer yang disebarkan melalui media sosial untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi.

Baca Juga:

Selain itu, penyuluh juga didorong untuk terus menjalin silaturahim dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat, instansi terkait, dan stakeholder lainnya yang berperan langsung di masyarakat.

Hal ini penting untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan saling mendukung dalam upaya pencegahan konflik.

Marsudi dan Dinna Rahmi menunjukkan antusiasme dan keaktifan selama mengikuti pelatihan ini.

Mereka berkomitmen untuk mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh demi mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan harmonis di wilayah tugas mereka.

“Dengan keberhasilan Marsudi dan Dinna Rahmi dalam seleksi dan pelatihan ini, diharapkan kemampuan penyuluh agama di Kota Singkawang semakin meningkat dalam mengelola dan menyelesaikan konflik,” terangnya.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat memotivasi penyuluh lainnya untuk lebih aktif berpartisipasi dalam program-program peningkatan kapasitas seperti SPARK.(uck)