loading=

Musrenbang Singkawang Harus Transformasi Berbasis Hilirisasi

Pj Sekda Kalbar M. Bari menyaksikan penanda tanganan berita acara Musrenbang Singkawang RPJD 2025 - 2045 dan RKPD 2025 pada Jumat (22/3), Ia mengingatkan program pembangunan Singkawang harus bertransformasi ekonommi berbasis hilirisasi
Pj Sekda Kalbar M. Bari menyaksikan penanda tanganan berita acara Musrenbang Singkawang RPJD 2025 - 2045 dan RKPD 2025 pada Jumat (22/3), Ia mengingatkan program pembangunan Singkawang harus bertransformasi ekonommi berbasis hilirisasi. Foto: tmB

Singkawang, BerkatnewsTV. Pemkot Singkawang diingatkan harus bertransformasi ekonomi berbasis hilirisasi dalam menyusun program pembangunan di Musrenbang Singkawang. Penyusunannya tentu dengan memperhatikan kondisi berbagai sektor pembangunan saat ini.

“Karenanya rumusan program yang mengarah kepada transformasi ekonomi dari berbasis sumber daya alam ke arah hilirisasi tentunya harus menjadi prioritas. Kesiapan infrastruktur guna mendukung transformasi ekonomi dimaksud mulai dari kesiapan infrastruktur jalan, energi, konektivitas antar wilayah serta infrastruktur dasar lainnya yang dibutuhkan masyarakat tentu harus menjadi prioritas bersama baik level provinsi maupun kabupaten/kota,” kata Pj Sekda Kalbar Mohammad Bari.

Apalagi disebutkan Bari, lemahnya berbagai sektor pembangunan saat ini mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kalbar. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Kalbar tahun 2023 tumbuh sebesar 4,46 persen, lebih rendah dibandingkan dibandingkan tahun 2022 yang tumbuh sebesar 5,07 persen dan lebih rendah dibandingkan nasional sebesar 5,05 persen pada tahun 2023.

“Hal ini disebabkan oleh terkontraksinya kinerja ekspor yang terkontraksi sebesar -23,93 persen dan sektor pertambangan dan penggalian yang mengalami perlambatan atau pertumbuhan negatif sebesar -15,81 persen sebagai akibat adanya kebijakan larangan ekspor bauksit mentah sehingga menyebabkan berhentinya pengiriman bauksit yang selama tujuh tahun telah berjalan sehingga membuat sektor pertambangan kembali seperti kondisi awal di tahun 2016,” tambahnya.

Baca Juga:

Disisi lain pertumbuhan sektor unggulan lainnya yakni sektor pertanian, kehutanan dan perikanan hanya tumbuh sebesar 1,59 persen di tahun 2023, sebagai akibat adanya gagal panen atau penurunan produksi pada sektor pertanian tanaman pangan dikarenakan dampak dari gejala la nina dan juga turunnya harga CPO dunia yang menyebabkan rendahnya produksi sawit di Kalimantan Barat

Saat membuka Musrenbang Singkawang RPJD 2025 – 2045 dan RKPD 2025 pada Jumat (22/3), Bari mengingatkan kondisi tersebut patut diwaspadai bersama. Orientasi pembangunan yang berbasis sumber daya alam sudah mulai harus bertransformasi ke arah hilirisasi yang kedepan diharapkan dapat memberikan daya ungkit terhadap perekonomian masyarakat.

Pertumbuhan eEkonomi Singkawang tahun 2023 tumbuh sebesar 5,06 persen lebih baik dari tahun sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,05 persen dan lebih baik dari kondisi pertumbuhan ekonomi Kalbar secara keseluruhan.

“Namun kondisi ini juga harus diwaspadai mengingat ketergantungan akan sumber daya alam masih cukup tinggi di Kalbar,” ia mengingatkan.(uck/tmB)