Description

Operasi PURNAMA Gagalkan Penyelundupan 130,97 Kg Sabu dari 11 Tersangka

Kepala BNN RI, Komjen Pol Petrus Reinhard Golose bersama Kapolda Kalbar, Kepala Bea dan Cukai konfrensi pers pengungkapan narkotika di Pontianak, Selasa (6/6) hasil dari Operasi PURNAMA (Gempur Peredaran Narkotika Bersama). Foto: rob
Kepala BNN RI, Komjen Pol Petrus Reinhard Golose bersama Kapolda Kalbar, Kepala Bea dan Cukai konfrensi pers pengungkapan narkotika di Pontianak, Selasa (6/6) hasil dari Operasi PURNAMA (Gempur Peredaran Narkotika Bersama). Foto: rob

Pontianak, BerkatnewsTV. Operasi PURNAMA (Gempur Peredaran Narkotika Bersama) telah berhasil menggagalkan peredaran narkotika jaringan intermasional yang akan masuk ke wilayah Indonesia melalui jalur perairan.

Alhasil, total barang bukti yang disita sekitar 130.976 gram atau 130,97 kilogram dengan jumlah tersangka 11 orang.

“Narkotika ini hendak diselundupkan ke wilayah Indonesia melalui jalur perairan Selat Malaka di Sumatera Utara dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, ” ungkap Kepala BNN RI, Komjen Pol Petrus Reinhard Golose di Pontianak, Selasa (6/6) .

Komjen Petrus R Golose hadir ke Pontianak dalam rangka menutup secara resmi Operasi Laut Interdiksi Terpadu Tahun 2023.

Operasi Laut Interdiksi Terpadu dengan sandi PURNAMA ini sinergisitas BNN RI bersama Korps Polairud Baharkam Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI, dan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Kelautan dan Perikanan Kementerian Perikanan dan Kelautan RI, yang dimulai di wilayah perairan Sorong, Papua, sejak Selasa (23/5) lalu.

Barang bukti dan para tersangka ditambahkan Golose diamankan di tiga tempat berbeda.

Antara lain di Lintas Malaysia – Tanjung Balai Medan. Di jalur ini dilakukan oleh jaringan tersangka YB alias H. Pengungkapan kasus berawal dari diamankannya seorang kurir berinisial DA alias D bersama seorang perempuan berinsial N alias J yang kedapatan membawa 2.093 gram sabu dengan menggunakan angkutan umum dari Tanjung Balai menuju Medan, Sumatera Utara.

Keduanya diamankan petugas di Jalan Raya Lintas Provinsi Medan – Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, pada Minggu (14/5). Berdasarkan keterangan tersangka, di hari yang sama, petugas selanjutnya mengamankan dua orang tersangka lainnya, yaitu P alias PM dan N alias B di kawasan Jenderal Sudirman, Tanjung Balai, Sumatera Utara.

Kepada petugas, tersangka N alias B mengatakan bahwa sabu tersebut diselundupkan menggunakan kapal nelayan dari perairan laut Malaysia (wilayah Sekinchan, Selangor, Malaysia) bersama dengan tersangka P alias PM.

Selanjutnya petugas mengamankan tersangka lainnya berinisial YB alias H di kawasan Sisingamangaraja Harjosari, Medan, Sumatera Utara, yang diketahui sebagai pembeli narkotika jenis sabu tersebut dengan tujuan untuk diedarkan di Indonesia.

“Dengan demikian jumlah tersangka yang diamankan dari kasus ini adalah sebanyak 5 (lima) orang, ” ungkapnya.

Sementara di jalur Lintas Malaysia – Surabaya, petugas gabungan di wilayah Jatikelen, Nganjuk, Jawa Timur pada Rabu (24/5), sekitar pukul 16.50 WIB menyita 108.045 gram sabu dan mengamankan 3 orang tersangka, masing-masing berinisial Sy, EY, dan SU.

Baca juga : Warga Pontianak Selundupkan 6,3 Kg Sabu Dalam Laptop

Modus operandi yang digunakan para tersangka adalah dengan mengemas sabu menjadi 100 bungkus lalu disimpan di dalam perabot furniture yang dibawa dari Malaysia menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan menggunakan container.

“Petugas selanjutnya melakukan controlled delivery terhadap container berisi sabu ke sebuah gudang yang berada di wilayah Jombang, Jawa Timur, dan mendapati para tersangka melakukan serah terima atas container tersebut, ” terang Petrus Golose.

Kemudian di jalur Lintas Malaysia – Tanjung Balai pada Jumat (26/5), sekitar pukul 13.15 WIB, petugas melakukan penangkapan terhadap dua orang pria berinisial AP alias Di dan AS alias Da di kawasan Bagan Asahan Baru, Tanjung Balai, Asahan, Sumatera Utara.

Keduanya diamankan petugas sesaat setelah menerima narkotika jenis sabu sebanyak 20 bungkus atau seberat 20.838 gram yang disimpan di dalam sebuah karung putih.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, keduanya mengakui bahwa mereka diperintahkan oleh seorang pria berinisial M untuk mengambil sabu dari tersangka lainnya berinsial Z alias J (DPO) yang telah menunggu di pesisir sungai sekitar Dusun II Bagan Asahan Baru, Asahan, Sumatera Utara.

Petugas selanjutnya melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan tersangka M di kediamannya yang berada di kawasan Ampera, Asahan, Sumatera Utara. Dari hasil keterangan tersangka, sabu tersebut diambilnya dari perairan laut Malaysia (wilayah Sekinchan, Selangor, Malaysia). Dengan demikian jumlah tersangka yang diamankan dari kasus ini berjumlah 3 (tiga) orang.

“Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 113 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup,” tegas Petrus Golose.

Dengan pengungkapan kasus tindak pidana narkotika yang dilakukan dalam Operasi PURNAMA Laut Interdiksi Terpadu Tahun 2023 ini telah berhasil menyelamatkan 261.952 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika. (rob)