banner 728x250

IPM Kubu Raya Meningkat 0,75 Poin

Bupati Kubu Raya memaparkan IPM Kubu Raya mengalami peningkatkan 0,75 poin saat membuka Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kubu Raya Tahun 2024, Kamis (19/1)
Bupati Kubu Raya memaparkan IPM Kubu Raya mengalami peningkatkan 0,75 poin saat membuka Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kubu Raya Tahun 2024, Kamis (19/1). Foto: rio

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Skor Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kubu Raya di tahun 2022 berada di angka 68,91 poin, meningkat 0,75 poin dibandingkan tahun 2021 di angka 68,16 poin.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan peningkatan IPM di Kabupaten Kubu Raya terjadi pada semua dimensi dasar, yakni dimensi umur panjang dan hidup sehat, pendidikan, dan standar hidup layak.

Namun Muda menegaskan peringkat IPM bukan semata-mata bicara angka. Hal yang esensial adalah bahwa capaian tersebut menunjukkan liniernya statitstik tersebut dengan berbagai percepatan yang telah dilakukan pemerintah daerah di berbagai sektor.

“Ini bukan soal angkanya, tapi apa yang dicapai itu memang cocok dan linier dengan percepatan yang sudah dilakukan,” tutur saat membuka Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kubu Raya Tahun 2024, Kamis (19/1).

Baca Juga:

Muda lantas mencontohkan pembangunan infrastruktur jalan yang terukur, di mana kondisi jalan mantap sudah mencapai 70,37 persen, Kemudian sektor pendidikan dengan rata-rata lama sekolah yang lebih baik yakni diharapkan bisa sampai minimal jenjang diploma dua. Begitu pula dengan standar layak hidup dan usia harapan hidup.

“Yang stunting, kematian ibu dan kematian bayi itu juga jauh menurun. Jadi semua itu sebenarnya linier dengan apa yang ada,” sebutnya.

Semua pencapaian itu, kata Muda, nantinya akan diperkuat melalui sumber pendanaan yang berasal dari APBD, APBN, swasta, mitra-mitra pemerintah daerah, dan sumber-sumber lainnya. Sehingga akan semakin terjadi percepatan pembangunan infrastruktur, layanan sosial dasar, inovasi perizinan, dan inovasi pelayanan administrasi kependudukan.

“Nah, mudah-mudahan indeks kepuasaan masyarakat juga naik. Semua indikator menunjukkan ada peningkatan dan terlegitimasi dengan sistem data yang baik,” harapnya.(tmb)