Personel Pamtas Yonif Mekanis 642/Wns Pos Bantan Serda Iqsan Dwi Utomo saat mengajar anak-anak perbatasan dengan ilmu Alquran.
Personel Pamtas Yonif Mekanis 642/Wns Pos Bantan Serda Iqsan Dwi Utomo saat mengajar anak-anak perbatasan dengan ilmu Alquran. Foto: ist

Sanggau, BerkatnewsTV. TNI ternyata tidak hanya profesional dalam menjaga wilayah perbatasan, di perbatasan RI-Malaysia, tepatnya Desa Bungkang Kecamatan Sekayam, mereka juga piawai mendidik agama anak-anak setempat dengan menjadi guru ngaji.

“Anggota kami membantu mendidik anak-anak perbatasan tepatnya di surau Baitul Makmur Dusun Bantan Desa Bungkang dengan pendidikan agama melalui pemahaman tentang Alquran,” kata Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Mekanis 643/Wns, Letkol Inf Hendro Wicaksono dalam keterangan tertulisnya di Makotis Entikong, Kabupaten Sanggau. Rabu (5/1).

Disebutkan Hendro, kegiatan belajar agama, khususnya mengaji, rutin dilaksanakan setelah sholat Ashar.

“Anggota kami yang mengajar ngaji itu dari personel pos Bantan Serda Iqsan Dwi Utomo. Anak-anak sangat antusias dalam belajar mengaji yang dilakukan oleh anggota Pos Bantan,” terangnya.

Baca Juga:

Hendro menyebut, meski terbatasnya sarana dan prasarana dalam nengajar ngaji, anak-anak di perbatasan terlihat begitu bersemangat untuk belajar mengaji.

“Alhamdulillah juga, kegiatan personil kami dalam mendidik anak-anak ngaji mendapat dukungan dari masyarakat setempat,” ungkapnya.

Sementara itu, Danpos Bantan Letda Inf Nanang mengatakan, kegiatan belajar mengajar mengaji Alquran adalah upaya dan bentuk kepedulian Pos Bantan Satgas pamtas Yonif Mekanis 643/ Wns dalam rangka membantu masyarakat untuk mendidik anak – anak wilayah perbatasan dengan bekal ilmu agama dan bisa membaca Iqro dan alquran.

“Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini menjadi bekal ilmu agama yang berguna bagi anak-anak di perbatasan,” harap Nanang. (pek)