Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya yang memantau ANBK di SMP Negeri 3 Teluk Pakedai yang banyak gagal diikuti siswa
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya yang memantau ANBK di SMP Negeri 3 Teluk Pakedai yang banyak gagal diikuti siswa. Foto: ist

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Berbagai kendala dihadapi siswa Kubu Raya saat mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tingkat satuan pendidikan SMP sederajat yang dilaksanakan pada 4-7 Oktober 2021.

Sebagian besar peserta susah login hingga logout secara mendadak saat mengerjakan soal yang belum selesai.

“Kalaupun bisa login, masih banyak siswa yang ditemukan logout dengan sendirinya,” ungkap Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Sy.M. Firdaus, Selasa (5/10).

Kondisi ini tentu berdampak pada penyelesaian yang diikuti, dimana hanya beberapa sekolah yang bisa menyelesaikan proses ANBK secara sempurna.

“Pada intinya, masih banyak kita temukan sekolah-sekolah yang belum bisa menyelesaikan ANBK pada hari pertama,” tuturnya.

Pun demikian dengan hari kedua, banyak laporan masuk dari sekolah dengan kondisi yang tidak jauh berbeda dengan hari pertama.

Baca Juga:

Meski demikian, kondisi tersebut hanya berlaku bagi sekolah yang memberlakukan ANBK secara daring dimana siswa langsung mengakses dari computer yang disediakan di sekolah ke server melalui aplikasi yang sudah ada.

Berbeda dengan sekolah yang memiliki semi daring, dimana soal yang akan dikerjakan oleh siswa diunduh terlebih dahulu disimpan di server milik sekolah kemudian baru disebarkan melalui jaringan lokal komputer (LAN).

“Kalau kita petakan, yang banyak mengalami kendala adalah sekolah yang melaksanakan ANBK secara online, sedangkan yang semi online rata-rata dapat menyelesaikan meskipun agak lamban,” katanya.

Ia menduga persoalan yang terjadi bisa jadi disebabkan oleh kendala pada server yang ada di pusat, sebab dengan pemberlakuan secara serempak dimungkinkan berdampak pada akses yang seperti ditemukan.

“Dalam satu sekolah kadang ada yang bisa login dan ada yang tidak bisa,” jelas Firdaus.

Meski demikian, kondisi yang terjadi tetap dihimpun dan dilaporkan pada pusat Asesmen dan pusat pembelajaran yang ada di Kemendikbud dan Ristek RI.(nhd/tmB)