Jermal milik nelayan Padang Tikar yang ditabrak ponton namun hingga kini belum ditemukan pelakunya.
Jermal milik nelayan Padang Tikar yang ditabrak ponton namun hingga kini belum ditemukan pelakunya. Foto: ist

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Kasus tabrak lari ponton terhadap jermal milik nelayan Padang Tikar berlanjut ke DPRD Kubu Raya untuk difasilitasi penyelesaiannya.

Sebab hingga kini, ponton yang dicari belum ditemukan. Meskipun kasus ini sudah naik ke proses penyelidikan Polairud maupun KSOP Pontianak.

“Kasus ini sudah kami laporkan ke semua pihak termasuk ke kepolisian agar dapat diselesaikan. Tapi sampai hari ini belum ada titik terang,” ungkap salah satu warga Ali Pratama disela audiensi di DPRD Kubu Raya, Selasa (4/5).

Masyarakat kata dia telah berusaha menelusuri ponton yang menabrak jermal dengan meminta data ponton atau tugbat yang lewat saat itu ke KSOP Padang Tikar dan KSOP Pontianak namun tidak mendapatkan hasil.

Tak hanya itu, kendala lain yang menjadi sorotannya adalah perijinan jermal yang hingga kini tidak ada diterbitkan oleh pemerintah provinsi.

Baca Juga:

“Padahal, jermal ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Sejak Teluk Air menjadi pelabuhan kayu terbesar. Dulu dapat diselesaikan jika ada tabrakan tapi kenapa sekarang tidak bisa,” ucapnya.

Ditambahkan Sani warga lainnya, mengatakan maraknya ponton yang lewat di perairan Padang Tikar meresahkan nelayan lantaran semakin hari kian banyak. Seperti ponton pembawa bauksit, CPO atau pasir.

“Kasus tabrak lari ini sudah sering kali terjadi, tapi masyarakat nelayan hanya dibayar seadanya bahkan ada yang dibohongi. Jelas ini sudah meresahkan,” tegasnya.

Sementara itu staf KSOP Pontianak Yusmadi mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan jermal yang ditabrak ponton begitu mendapatkan laporan.

“Setelah mendapat laporan kami bersama Polairud dan Posmat AL langsung ke lapangan mengecek kondisi jermal. Memang terjadi tabrakan,” tuturnya.

Kendalanya sambung dia tidak menemukan nomor lambung ponton atau tugboat yang menabrak jermal. Hingga bertanya ke sejumlah nelayan namun tidak ditemukan ponton yang dimaksud.

“Kami juga sudah memberikan daftar kapal yang lewat pada hari ini kepada Dishub jika ada menemukan maka dapat segera melaporkan ke kami,” ujarnya.

Subdit Gakkum Polairud Polda Kalbar Kompol Eko Mardianto mengatakan pihaknya telah melakukan proses penyelidikan terhadap laporan tabrakan jermal.

“Mendapat laporan itu kami bersama instansi lain telah melakukan olah TKP. Dan interogasi terhadap pemilik jermal. Namun kami terkendala dengan saksi dan bukti-bukti,” ujarnya.

Maka ia berharap masyarakat membantu agar proses penyelidikan dapat berjalan sehingga kasus ini dapat menemui titik terang.(rob)