Wali kota Pontianak saat penancapan tiang pertama pembangunan Waterfront Kapuas Indah - Senghie yang mengusung konsep moderen- kearifan lokal.
Wali kota Pontianak saat penancapan tiang pertama pembangunan Waterfront Kapuas Indah - Senghie yang mengusung konsep moderen- kearifan lokal. Foto: ist

Pontianak, BerkatnewsTV. Pembangunan waterfront dari Kapuas Indah – Pelabuhan Senghie mulai dibangun. Panjangnya sekitar 990 meter dengan lebar 10 meter dengan menelan anggaran Rp49 miliar secara multiyears bersumber dari APBD dari 2021 hingga 2022.

Wali kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan waterfront ini untuk penataan wajah Pontianak di tepian Sui Kapuas.

Konsepnya sambung Edi yakni mengusung konsep modern tetapi tetap memperhatikan ciri khas kearifan lokal.

Kearifan lokal yang akan melekat pada promenade ini diantaranya dengan menyisipkan material berbahan kayu dan ukiran. Wujud akhir waterfront setelah rampung nantinya diyakininya akan lebih atraktif dan komunikatif serta Instagramable.

Menariknya lagi, banyak spot-spot menarik yang bisa menjadi obyek foto di lokasi sepanjang waterfront.

Baca Juga:

Beberapa segmen akan menunjukkan ciri khas Kota Pontianak misalnya bahan kayu dan ukiran. Waterfront tersebut akan lebih aktraktif dan komunikatif serta Instagram able.

Misalnya akan ada spot foto yang menarik di lokasi Waterfront. Waterfront tersebut juga akan lebih hijau dengan memperbanyak tanaman-tanaman yang besar.

Ia sebutkan bangunan yang ada harus dipotong karena berdasarkan Garis Sempadan Sungai (GSS) sesuai Undang-undang adalah 15 meter sehingga akan dilakukan penataan di tepian Sungai Kapuas ini,” ujarnya usai pemancangan tiang pembangunan waterfront di dermaga Kapuas Indah, Rabu (20/1).

Ia mengungkapkan, lahan yang berada di sepanjang GSS merupakan tanah negara jadi setiap warga negara wajib untuk mendukung pembangunan waterfront ini. Waterfront tersebut nantinya akan terintegrasi dari Taman Alun-alun Kapuas hingga Kamboja.

“Selanjutnya akan kita lanjutkan lagi dari Kamboja hingga Kampung Bangka demikian juga di wilayah Pontianak Timur dan Utara,” katanya.

Edi menginginkan tepian Sungai Kapuas menjadi wajah terdepan Kota Pontianak. Dengan demikian keberadaan waterfront menjadi sebuah daya tarik bagi yang mengunjunginya.(jim)