Heboh Gigitan Anjing, Warga Khawatir Rabies

Petugas melakukan suntikan vaksin anti rabies kepada anjing peliharaan masyarakat. Foto: Fisa

Mempawah, BerkatnewsTV. Sejak seminggu terakhir, warga Mempawah dihebohkan dengan informasi mengenai keberadaan anjing liar yang menggigit sejumlah warga di Terminal Mempawah dan sekitar Jalan Rubini.

Kekhawatiran terhadap rabies akibat gigitan anjing kemudian mencuat. Melalui media sosial, warga mendesak instansi terkait melakukan upaya pencegahan virus berbahaya tersebut, sebelum ada korban.

Menindaklanjuti kekhawatiran warga, Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Mempawah, kemudian turun ke lapangan untuk melakukan vaksinasi anti rabies (VAR), Sabtu (16/11).

Tepatnya di Jalan Rubini Mempawah Kelurahan Tengah Kecamatan Mempawah Hilir yang disinyalir menjadi lokasi keberadaan anjing-anjing liar.

“Sementara ini, ada sekitar 35 ekor hewan yang kita berikan VAR, terdiri anjing, kucing dan kera. Dari jumlah itu sebagian besarnya merupakan anjing yang dipelihara warga dirumahnya,” ungkap Plt Kepala Bidang Peternakan DPKPP Mempawah, Tika Nuryati.

Tika mengakui, upaya pemberian vaksinasi terhadap HPR yang dilakukan pihaknya tidaklah mudah. Selain karena banyak hewan terutama anjing yang dilepasliarkan sang pemilik, kendala lain yang dihadapi petugas vaksinator adalah keterbatasan peralatan. Akibatnya, petugas kesulitan menangkap dan mengendalikan anjing liar agar bisa divaksinasi.

“Untuk peralatan yang kami gunakan masih manual, sehingga belum maksimal dalam melakukan vaksinasi terutama terhadap anjing-anjing liar. Kalau untuk anjing yang dipelihara pemiliknya, tidak susah karena cenderung jinak. Sedangkan anjing liar, kita ketahui bersama cenderung lebih agresif dan sulit dikendalikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tika menghimbau masyarakat memelihara hewannya dengan baik, khususnya anjing agar jangan dilepasliarkan tetapi sebaiknya dikandangkan atau diikat serta rutin diberikan VAR.

“Sementara itu untuk penanganan lebih lanjut terhadap keberadaan anjing liar, kami akan berkoordinasi dengan aparatur desa atau lurah serta pihak terkait lainnya,” ujarnya.

Tika mengungkapkan, selama vaksinasi di Jalan Rubini yang melibatkan Ketua RT setempat dan petugas Bhabinkamtibmas, pihaknya belum menemukan anjing atau HPR lainnya yang memiliki ciri-ciri mengidap rabies. Meski demikian, agar tak kecolongan maka upaya vaksinasi perlu dilakukan.

“Sementara ini belum ada, tetapi kita terus melakukan pengawasan di lapangan. Mudah-mudahan tidak ada rabies,” ucapnya.

Dihubungi terpisah, Kasi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB) Mempawah Sumarni ketika dikonfirmasi membenarkan informasi ada beberapa warga mengalami luka akibat gigitan anjing.

“Korbannya anak-anak dan orang dewasa,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, para korban tidak mengalami luka serius dan sudah mendapat perawatan medis berupa pemberian VAR pencegah rabies .

“Usai digigit, korban langsung dibawa ke rumah sakit. Meski belum diketahui apakah anjing yang menggigit mengidap rabies atau tidak. Tetapi sesuai prosedur tetap harus diberikan VAR,” ujarnya.

Berdasarkan data DinkesPPKB, diungkapkan Sumarni, baru-baru ini sudah 5 warga digigit anjing. Sedangkan sampai November tahun ini, total ada 44 warga Kabupaten Mempawah yang digigit anjing. Sementara ini belum ada yang positif rabies.

“Mudah-mudahan tidak ada. Jika ada, kita sudah persiapkan VAR. Kita juga berkoordinasi dengan Bidang Peternakan di DPKPP Mempawah, terkait pencegahan rabies melalui pemberikan vaksin terhadap HPR,” ungkapnya. (fsa)

Tulis Komentar