loading=

Lestarikan Budaya Minahasa Lewat Festival Kawanua

Lestarikan Budaya Minahasa Lewat Festival Kawanua
Pembukaan Festival Kawanua yang diselenggarakan DPD Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Kubu Raya dalam rangka HUT Sam Ratulangi, Sabtu (7/11/2026). Foto: vin/berkatnewstv

Kubu Raya, BerkatnewsTV. DPD Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Kabupaten Kubu Raya menginisiasi dan menyelenggarakan Festival Kawanua Tahun 2026 dalam rangka HUT Sam Ratulangi.

Festival Kawanua ini diikuti dari Kota Pontianak, Kubu Raya dan Kota Singkawang dengan berbagai perlombaan antara lain lomba tari maengket, lomba vokal grup lagu tradisional serta Pemilihan Nyong dan Noni Kawanua.

Festival bertajuk “kawanua back to history” dengan tema merawat budaya menjaga persatuan ini digelar di Rumah Adat Baruga Ogi KKSS Kalbar yang dirangkaikan dengan seminar sejarah perjalanan kawanua di Kalimantan Barat.

Budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga jembatan yang menyatukan manusia, merawat kerinduan terhadap kampung halaman, sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman.

Pesan tersebut disampaikan , M.Pd.I, saat memberikan sambutan pada Festival Kawanua dalam rangka memperingati HUT Sam Ratulangi, Sabtu (7/11/2026), di Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya.

“Bersyukur kita masih memiliki orang-orang yang peduli dan mengurusi budaya kita. Menurut saya, festival ini sangat meriah. Bagi masyarakat yang hidup di perantauan, perjumpaan seperti ini memiliki makna yang sangat dalam. Ada kerinduan untuk pulang ke kampung halaman yang terobati melalui seni, budaya, dan tradisi,” kata Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis.

Menurutnya, bahasa, kesenian, dan tradisi daerah bukan hanya penanda identitas, tetapi juga sarana menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi berikutnya. Ungkapan khas masyarakat Manado, Torang Samua Basudara, menjadi pengingat bahwa persaudaraan harus melampaui perbedaan suku, budaya, dan latar belakang.

Ia juga mengingatkan bahwa esensi kehidupan manusia adalah menghidupkan dan memanusiakan sesama. Setiap orang harus mampu memperlakukan orang lain dengan hormat, kasih sayang, dan penghargaan terhadap martabat kemanusiaan.

“Nilai-nilai ajaran harus selalu dekat di hati. Kita semua adalah hamba Tuhan. Karena itu, mari terus membuka ruang persahabatan seluas-luasnya. Saya berterima kasih karena toleransi dan kerukunan di Kalimantan Barat terus terjaga. Torang semua bersaudara,” tegasnya.

Muhajirin berharap Festival Kawanua tidak berhenti sebagai perayaan budaya semata, tetapi menjadi momentum memperkuat persatuan, memperluas persahabatan, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

Baca Juga:

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat akar budaya sekaligus menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun kehidupan yang harmonis.

“Selamat melaksanakan Festival Kawanua. Mari menikmati kesenian dan kegembiraan, merawat akar budaya, serta menjaga persaudaraan. Semoga kegiatan ini berlangsung penuh sukacita dan meninggalkan kenangan indah bagi kita semua,” harapnya.

Miliki Kemiripan

Ketua Forum Pembaharuan Kebangsaan (FPK) Kalbar, Burhan Ahad mengungkapkan bahwa FPK Kalbar adalah organisasi yang dibentuk oleh pemerintah untuk menaungi berbagai organisasi / paguyuban etnis berbasis kebudayaan, salah satunya adalah KKK Kalbar.

“Di FPK ini lah bagaimana kami berkolaborasi untuk tetap saling menjaga toleransi dan persatuan,” ucapnya.

Burhan yang juga Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kalbar ini mengungkapkan ada sejumlah kemiripan antara Bugis dan Minahasa, misalnya beberapa tutur Bahasa. Sebab, kawanua yang berasal dari Sulawesi Utara dengan Sulawesi Selatan merupakan satu pulau Sulawesi.

“Selain itu, dulunya di Kalbar kita ini masih satu yaitu Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS) yang dibawa oleh orang tuanya dari bapak OSO.

Sementara itu Ketua DPW KKK Kalbar, Jantje Tambaritji apresiasi DPD KKK Kubu Raya berhasil menyelenggarakan Festival Kawanua.

“Ini merupakan agenda yang pertama kali, tentu ini menjadi motivasi bagi kami kedepannya lebih besar dan baik lagi,” ucapnya.

Pertama Kali Sejak Terbentuk 1957

Ketua DPD KKK Kubu Raya, Rolf Korah mengatakan Festival Kawanua ini diselenggarakan untuk pertama kali sejak terbentuk perkumpulan warga kawanua di Kalbar pada tahun 1957.

“Melalui Festival Kawanua ini, tidak hanya merawat nilai seni budaya Minahasa namun juga untuk mengenang dan mengingat sejarah kawanua di Kalbar. Kita tidak boleh lupa dengan sejarah. Hari ini kita berkumpul dan saya berdiri di sini karena ada orang-orang tua dulu yang menjadi perintis kawanua di Kalbar,” ucapnya.

Sebagai inisiator Festival Kawanua, ia berharap event kebudayaan Festival Kawanua ini dapat digelar secara rutin dan berkala secara bergilir di kabupaten/ kota.

“Sebab, KKK organisasi yang berbasis kebudayaan sudah sepatutnya melestarikan dan mengembangkan seni budaya,” ucapnya.(fan)