loading=

Paulus Tenggelam di Sui Kapuas Ditemukan Meninggal

Paulus Tenggelam di Sui Kapuas Ditemukan Meninggal
Jasad Paulus (14) remaja asal Desa Tanjung Ria, Kecamatan Sepauk akhirnya berhasil ditemukan Tim SAR gabungan, Jumat (25/9/26). Foto: ist/berkatnewstv

Sintang, BerkatnewsTV. Jasad Paulus (14) remaja asal Desa Tanjung Ria, Kecamatan Sepauk akhirnya berhasil ditemukan Tim SAR gabungan, Jumat (25/9/26).

Paulus dilaporkan tenggelam saat berenang di Sungai Kapuas, Desa Tanjung Ria, Kecamatan Sepauk pada Kamis (24/9) sekitar pukul 15.30 WIB.

“Sebelum kejadian, korban bersama beberapa temannya meminta izin kepada orang tua untuk bermain di kawasan pasir di Desa Tanjung Ria. Saat berenang di Sungai Kapuas, korban kemudian terbawa arus dan tenggelam,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pontianak, Budiono.

Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pontianak pada Kamis (24/9) pukul 19.12 WIB. 18 menit kemudian Tim SAR dari Pos SAR Sintang diberangkatkan dan tiba di lokasi pada pukul 20.47 WIB.

Pencarian dilanjutkan pada Jumat (25/9) dengan melibatkan Tim SAR Gabungan. Upaya pencarian dilakukan dengan menyisir kawasan sekitar lokasi kejadian hingga ke arah hilir Sungai Kapuas.

Baca Juga:

“Pada pukul 09.35 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan mengapung sekitar 5 kilometer ke arah hilir dari lokasi kejadian,” tambahnya.

Selanjutnya korban dievakuasi menuju Puskesmas Sepauk dan kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR Gabungan, keluarga dan masyarakat yang telah bersama-sama mendukung pelaksanaan operasi pencarian. Setelah korban ditemukan dan diserahkan kepada pihak keluarga, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur kembali ke satuannya masing-masing,” ujar Budiono.

Budiono juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas di sekitar sungai, khususnya saat berenang, serta memperhatikan kondisi arus dan keselamatan sebelum melakukan aktivitas di perairan.

“Terutama bagi anak-anak, diperlukan pengawasan dari orang tua atau orang dewasa untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Dengan ditemukannya korban, pada pukul Search Mission Coordinator (SMC) mengusulkan penutupan Operasi SAR. Seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing.(tmB)