loading=

Pelajar Harus Menjadi Pelopor Literasi Digital Antihoaks

Pelajar Harus Menjadi Pelopor Literasi Digital Antihoaks
Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena saat membuka seminar antihoaks dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional, Jumat (13/2/2026). Foto: pek/berkatnewstv

Sanggau, BerkatnewsTV. Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena mengajak pelajar Sanggau menjadi pelopor literasi digital antihoaks seiring perkembangan dunia teknologi.

“Kalian para pelajar ini adalah target utama di dunia digital. Hoaks itu musuh dalam selimut yang bisa merusak pertemanan antar-kalian, menghancurkan martabat keluarga dan bisa memicu kerusuhan di tengah-tengah masyarakat yang kondusif,” tegasnya.

Hal itu disampaikannya saat membuka kampanye anti hoaks dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang diinisiasi Persatuan Wartawan Sanggau (Pewarsa) dan Aliansi Jurnalis Sanggau (AJS), Jumat (13/2/2026).

Susana sebutkan, dunia digital ibarat pedang bermata dua, bisa membuat orang pintar tapi juga bisa menjerumuskan.

“Di sinilah peran kalian sebagai orang-orang terpelajar dan generasi antihoaks. Jangan jadi penyebar hoaks hanya demi likes atau pengikut. Gunakan media sosial untuk mempromosikan potensi Sanggau, produk lokal maupun prestasi sekolah. Itulah sumbangsih kalian untuk daerah yang saat ini dibutuhkan pemerintah,” ujarnya.

Baca Juga:

Dia mengajak pelajar di bumi darante menjadi agen perubahan menjaga Sanggau aman dan kondusif.

“Jika kalian menerima informasi yang bombastis, memicu kemarahan atau tidak masuk akal, tolong jangan dishare. Saya titip pesan, saring sebelum shering, jangan sampai jempol lebih cepat dari pikiran kalian,” pintanya.

Susana juga apresiasi kepada wartawan karena telah menjadi mitra stategis pemerintah khususnya dalam memerangi hoaks.

“Teruslah menjadi pilar yang meluruskan benang kusut informasi. Jadilah edukator yang mencerdaskan bagi adik-adik kita agar mereka tahu mana produk jurnalistik yang bertanggungjawab dan mana informasi yang bersifat sampah,” terangnya.

Ia mengajak jurnalis yang bertugas di Sanggau untuk membangun Sanggau dengan narasi positif dengan tidak menghilangkan kritik karena kritik wujud kontrol jurnalis terhadap kerja-kerja pemerintah.

“Teruslah bekerja dengan profesional sesuai kode etik jurnalistik. Mari kita jadikan peringatan Hari Pers Nasional ini sebagai titik awal gerakan Sanggau bebas hoaks,” pungkasnya.(pek)