Pontianak, BerkatnewsTV. Sebanyak 355 desa dan kelurahan di Kalbar rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Desa dan kelurahan tersebut tersebar di 14 kabupaten/ kota.
“Rekap pendataan menunjukan ada sekitar 355 desa dan kelurahan di Kalbar yang rawan terjadi karhutla. Desa dan kelurahan itu tersebar di 125 kecamatan dan 4 kabupaten/ kota,” ungkap Plt Kepala BPBD Kalbar, Ridwan, Jumat (11/9/2026).
Ia pun merincikan desa dan kelurahan di Kalbar yang rawan karhutla :
- Kota Pontianak sebanyak 3 kelurahan tersebar di 2 kecamatan
- Kabupaten Kubu Raya sebanyak 23 desa tersebar di 6 kecamatan
- Kabupaten Mempawah sebanyak 28 desa tersebar di 8 kecamatan
- Kota Singkawang sebanyak 8 desa/kelurahan tersebar di 3 kecamatan
- Bengkayang sebanyak 51 desa tersebar di 15 kecamatan
- Sambas sebanyak 34 desa tersebar di 10 kecamatan
- Landak sebanyak 27 desa tersebar di 10 kecamatan
- Sanggau sebanyak 13 desa tersebar di 13 kecamatan
- Sekadau sebanyak 13 desa tersebar di 7 kecamatan
- Melawi sebanyak 33 desa tersebar di 11 kecamatan
- Sintang sebanyak 42 desa tersebar di 11 kecamatan
- Kapuas Hulu sebanyak 12 desa tersebar di 7 kecamatan
- Ketapang sebanyak 45 desa tersebar di 18 kecamatan
- Kayong Utara sebanyak 23 desa tersebar di 5 kecamatan
“Desa dan kelurahan ini diantaranya sering kali karhutla. Oleh karenanya menjadi atensi khusus,” tambah Ridwan.
Baca Juga:
Namun ia menyebutkan bukan berarti desa atau kelurahan lain tidak rawan karhutla. Tetap menjadi pengawasan dan pencegahan agar karhutla tidak terjadi.
“Pencegahan ini menjadi tanggung jawab seluruh pihak, tidak hanya pemerintah namun juga kami berharap masyarakat turut serta melakukan pencegahan seperti tidak membuka lahan dengan cara membakar secara sporadis. Harus dijaga, diawasi dan dikendalikan supaya api tidak menyebar,” harap Ridwan.
14.815 Personel Gabungan Padamkan Karhutla
Saat ini, tambah Ridwan, sebanya 14.815 personel gabungan Satgas Karhutla telah dikerahkan untuk melakukan pemadaman api di seluruh Kalbar. Personel gabungan Satgas Karhutla berasal dari unsur BPBD provinsi/kabupaten/ kota, Kodam, Polda, Kodaeral, Lanud, Sat Pol PP, Manggala Agni, DLHK, BKO Satgas Karhutla TNI AD, TNI AL dan Mabes Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA)/ Pokmas/Destana serta perusahaan.
Sementara dukungan sarana dan prasarana (sapras) peralatan yang digunakan untuk satgas udara seperti 9 unit helikopter water boombing dan 3 unit pesawat cesna untuk OMC hujan buatan.
Total lahan yang sudah terbakar di Kalbar seluas 28.310,86 hektare. Mayoritas lahan yang terbakar tersebut merupakan gambut. (rob)













