loading=

Pelatih dan Atlet Nasional Ramaikan Turnamen Bridge di Pontianak

Pelatih dan Atlet Nasional Ramaikan Turnamen Bridge di Pontianak
Ketua Pengkot GABSI Kota Pontianak, Daniel Edward Tangkau foto Bersama pelatih nasional bridge Bert Toar Polii dan Sekum KONI Kalbar usai penutupan Turnament Brdige Piala Walikota Pontianak pada Minggu (19/7/2026). Foto: rob/berkatnewstv

Pontianak, BerkatnewsTV. Sejumlah pelatih dan atlet nasional turut meramaikan Turnamen Bridge Piala Walikota Pontianak. Tercatat sejumlah nama yang hadir seperti Syahrial Ali, Lesli Gonta, Vian Batakiki, Isman Ramadi, Noldi Ngantung dan Bert Toar Polii.

“Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita di Pontianak bahkan Kalbar untuk memberikan motivasi dalam rangka mendorong olahraga bridge terus berkembang supaya ada bibit dan generasi baru di Pontianak,” kata Ketua Pengkot GABSI Kota Pontianak, Daniel Edward Tangkau usai penutupan Turnament Brdige pada Minggu (19/7/2026).

Ia sebutkan, kehadiran pelatih dan atlet nasional bridge ini merupakan kebanggan tersendiri mengingat dalam komposisi jumlah yang cukup ramai.

“Semoga ini bisa terus memacu dan memotivasi atlet-atlet bridge di Pontianak maupun Kalbar. Apalagi, dulu bridge Kalbar pernah Berjaya, nah sekarang Kembali kita mulai tingkatkan lagi,” ucapnya.

Wakil Ketua Pengkot GABSI Pontianak, G Christanmas berharap kehadiran pelatih dan atlet nasional bridge ke Kalbar merupakan kesempatan bagi atlet bridge Kalbar untuk menimba ilmu.

“Harapanya kita bisa belajar dan mendapatkan pengalaman mereka sehingga menambah ilmu. Sehingga kita bisa lolos dan meraih prestasi di PON,” ucapnya.

Sementara itu salah satu pelatih nasional bridge, Bert Toar Polii mengaku sudah pernah datang ke Pontianak di tahun 2013. Bahkan, ia menjadi juara kejurnas bridge saat itu di Pontianak.

“Senang saya bisa datang Kembali, pepatah bilang kalau sudah minum Air Kapuas pasti Kembali. Apalagi saya lihat senior – senior masih aktif. Ditambah lagi sekarang banyak atlet-atlet muda bermunculan,” tuturnya.

Ia berpesan agar atlet bridge Kalbar rajin berlatih dan jangan takut ikut bertanding. Peminaan partnership sangat penting. “Itu lah kelemahannya di bridge. Jarang atlet bridge daerah bisa membina pasangannya. Grandmaster dunia dari Indonesia Henky Lasut dan Eddy Manoppo tidak pernah ganti pasangan. Ini yang harus menjadi perhatian penting,” pesannya.

Pelatih Nasional Bridge, Syahrial Ali mendorong GABSI di Kalbar mulai masuk ke sekolah untuk mencari bibit-bibit atlet bridge.

“Saya lihat sekarang ini sudah sangat baik banyak mahasiswa yang berminat. Kedepan bridge juga harus bisa masuk ke sekolah-sekolah mulai dari SD atau SMP. Kalau mulainya sudah berumur-umur agak sulit pembinaannya,” harapnya.

Sekretaris Umum KONI Kalbar, Raden Hidayatullah Kusuman Dilaga menyatakan KONI akan memberikan dukungan berupa sarana dan prasarana untuk bridge Kalbar.

Baca Juga:

“Kita dalam Waktu dekat juga sudah memberikan proposal rehab stadion ke Kementerian PU dan space olahraga di Kalbar. Kita akan menambah sapras untuk bridge, meja dan lainnya untuk meningkatkan kualitas bridge,” ujarnya.

Harapannya bridge Kalbar dapat mendulang medali emas di PON mendatang dari medali perunggu sebelumnya. “Semoga kehadiran pelatih dan nasional bridge nasional ke Kalbar dapat memacu prestasi bridge Kalbar di tingkat nasional,” harapnya.

Juara Turnament Bridge

Hari terakhir Turnamen Bridge Walikota Pontianak Cup 2026 mempertandingkan nomor Open Pairs yang diikuti 34 pasangan. Setelah melalui delapan sesi pertandingan sistem Swiss, pasangan mantan anggota Tim Nasional Junior Indonesia, Thedy Setiawan/Richo, tampil sebagai juara.

Konsistensi permainan mereka sejak awal hingga akhir membawa pasangan ini berdiri di podium tertinggi. Posisi runner-up ditempati pasangan Buyung/Budi, disusul Isman Hairuddin di peringkat ketiga dan Nicko/Zulfi di posisi keempat.

Panitia juga memberikan penghargaan khusus kepada Zend/Kurnia sebagai Best Mixed Pair, sementara gelar Best Junior Pair diraih oleh Teguh/Dika.

Turnamen secara resmi ditutup oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Kadisporapar) Kota Pontianak, Syarif Rizal mewakili Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.

“Tantangan terbesar bridge saat ini bukan sekadar menyelenggarakan turnamen, melainkan bagaimana membuat masyarakat, terutama generasi muda, tertarik mengenal dan memainkan bridge. Salah satu menggelar bridge saat car free day,” pungkasnya.

Wacana Kalbar Tuan Rumah Kejurnas Bridge

Pada acara penutupan tersebut turut hadir Ketua Pengprov GABSI Kalimantan Barat Christian Makunimau, Ketua Pengkot GABSI Pontianak Daniel Edward Tangkau, S.H., CLA, perwakilan KONI Kalimantan Barat Iskandar, serta Wakil Sekretaris Jenderal KONI Kalbar Raden Hidayatullah, yang juga ikut bertanding dalam turnamen ini.

Pertemuan para tokoh olahraga tersebut melahirkan sejumlah pembicaraan yang sangat positif bagi perkembangan bridge di Kalimantan Barat. Ketua Pengkot GABSI Pontianak, Daniel Edward Tangkau, mengungkapkan keinginannya untuk menggelar turnamen serupa di Balikpapan sebelum akhir tahun 2026.

Sementara itu, Ketua Pengprov GABSI Kalbar Christian Makunimau bersama Wakil Sekjen KONI Kalbar Raden Hidayatullah berencana membawa usulan pada Kongres GABSI di Mamuju, Sulawesi Barat, agar Pontianak ditunjuk sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional Bridge 2027.

Pontianak sendiri bukanlah kota yang asing bagi insan bridge nasional. Kota Khatulistiwa ini pernah sukses menjadi tuan rumah Kejurnas Bridge 2013. Jika usulan tersebut mendapat persetujuan, maka setelah 14 tahun, Pontianak akan kembali menjadi pusat perhatian bridge Indonesia.(rob)