Kubu Raya, BerkatnewsTV. Abu jasad mendiang Siman Bahar pengusaha asal Kalbar yang juga owner Hotel Golden Tulip disemayamkan di rumah kremasi Vihara Vajra Bumi Kertayuga Pontianak di Sui Raya, Sabtu (11/4/2026).
Sejak pagi masyarakat berbondong-bondong mengantar doa, serta karangan bunga atas kepergian tokoh mendiang Siman Bahar yang dikenal dermawan oleh para tokoh masyarakat.
Diantara pelayat, turut dihadiri Bupati Kubu Raya Sujiwo beserta istri dan Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie yang secara langsung menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga mendiang Siman Bahar.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, merasa kehilangan sosok sahabat sekaligus tokoh yang selama ini dikenal memiliki kepedulian sosial tinggi tanpa membedakan latar belakang agama maupun kelompok masyarakat.
“Beliau seorang pekerja keras, petarung, dan orang yang sangat baik. Saya saksinya langsung bagaimana beliau membantu banyak pihak tanpa memandang agama. Dan beliau seorang umat Buddha tetapi ketika kelompok muslim butuh dibantu, Katolik, Hindu, Buddha, semua beliau bantu,” ucapnya.
Menurutnya, Siman Bahar bukan hanya dikenal sebagai pengusaha sukses, tetapi juga pribadi yang memiliki kontribusi nyata terhadap pembangunan dan kehidupan sosial di Kalimantan Barat, khususnya Kubu Raya dan Pontianak.
“Beliau berkontribusi besar terhadap daerah. Saya pribadi sangat kehilangan,” katanya.
Baca Juga:
- Memperingati Hari Lahir Nabi Konghucu, YBS Kurangi Biaya Kremasi Rp2 Juta
- Ditetapkan Tersangka, Siman Bahar Gugat KPK ke Pengadilan Negeri
Sujiwo pun mengajak masyarakat mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
“Mohon doanya Almarhum tenang, bahagia dengan keimanan beliau disisi Tuhan Yang Maha Kuasa,” harapnya.
Sementara, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengenang Siman Bahar sebagai figur yang selama hidupnya banyak membantu sektor pendidikan dan kegiatan sosial, termasuk di Kota Singkawang meski bukan wilayah domisilinya.
“Kalau ada kebutuhan bantuan untuk pendidikan atau sosial, cukup disampaikan, beliau langsung action. Tidak banyak bicara, tapi nyata membantu,” ungkap Tjhai Chui Mie.
Ia menyebut Siman Bahar sebagai sosok yang rendah hati, peduli, dan memiliki perhatian besar terhadap masyarakat kurang mampu.
“Beliau orang baik, humble, tidak banyak ngomong namun sangat perhatian kepada masyarakat,” kenangnya.
Kepergian Siman Bahar meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat luas yang selama ini merasakan langsung kebaikan dan kepeduliannya. (dian)













