Sanggau, BerkatnewsTV. SMPN 01 Sanggau patut berbangga karena memiliki pelajar yang berhasil meraih prestasi di ajang internasional Youth International Science Fair (YISF) tahun 2026.
Empat pelajar SMPN 01 yaitu Nadisa Salwa, Ulim Arion Rotua Simanjuntak, Faiza Adzkia, dan Kaleb Antang Tidore Bawatji sukses memukau dewan juri setelah membaca karya ilmiah keempatnya yang bertajuk “Kotak Literasi Adat: The Synergy of Culture and Character.”
Ajang ini diikuti 304 sekolah dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Indonesia, Thailand, Brazil, Korea Selatan, Hongkong, Tiongkok, India, dan Turki yang digelar pada Selasa (31/3/2026).
Keempat pelajar ini sebelumnya telah berhasil melewati seleksi dimulai dari tingkat Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalbar hingga juara di tingkat nasional sampai meraih medali emas di tingkat internasional.
“Permasalahan ini menjadi fokus penting dalam kajian life science, khususnya pada aspek perilaku manusia (human behavior), yang mencakup kebiasaan belajar, interaksi sosial, serta perkembangan karakter peserta didik,” ujar guru pembimbing, Wiwin Asriningrum.
“Untuk menjawab tantangan tersebut, dikembangkan inovasi Kotak Literasi Adat, yaitu media pembelajaran berbasis budaya lokal yang mengintegrasikan literasi dengan pendidikan karakter,” lanjut Wiwin.
Baca Juga:
- Pelajar Sanggau Raih Medali Emas Diajang Internasional
- O2SN dan FLS3N Ajang Kembangkan Bakat dan Seni Pelajar
Dijelaskannya, karya ilmiah yang dilatarbelakangi rendahnya minat baca dan penguatan karakter siswa di lingkungan sekolah tersebut mendapat dukungan penuh dari Kepala SMPN 01 Sanggau, Syaparani.
“Kepala Sekolah sangat mendukung karya ilmiah ini,” ungkapnya.
Dikatakan Wiwin, metode yang digunakan adalah eksperimen. Lebih rinci, penelitian ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam frekuensi membaca, partisipasi kegiatan literasi, serta perkembangan karakter siswa seperti tanggung jawab, kerja sama, komunikasi, dan percaya diri.
“Ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis kearifan lokal mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan perilaku dan kebiasaan belajar siswa,” beber Wiwin.
Keberhasilan inovasi ini, sambung dia, sejalan dengan program pemerintah dalam penguatan literasi dan karakter, seperti Profil Pelajar Pancasila dan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta menunjukkan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Dengan landasan ilmiah yang kuat, hasil yang terukur, serta dampak yang berkelanjutan, karya ini berhasil meraih Gold Medal kategori Life Science pada ajang Youth International Science Fair (YISF) tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi pendidikan berbasis budaya yang mampu membentuk generasi unggul dan berkarakter,” pungkas Wiwin. (pek)













