loading=

Kalbar Diguyur Rp1,285 Triliun Program Hilirisasi Ternak Ayam Terintegrasi

Kalbar Diguyur Rp1,285 Triliun Program Hilirisasi Ternak Ayam Terintegrasi
Gubernur Kalbar Ria Norsan saat menerima audiensi dari CEO Firmansyah Grup, Dr. H. Hendra Firmansyah, S.E., M.M didampingi Komisaris Yuliardi Qamal dan Pimpinan Proyek Nursyam Ibrahim serta Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar Ignasius pada Senin (5/1/2026).

Pontianak, BerkatnewsTV. Kalimantan Barat diguyur Rp1,285 triliun untuk pengembangan hilirisasi ternak ayam terintegrasi. Dana tersebut merupakan investasi dari PT Danantara, lembaga investasi negara yang baru dibentuk oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Gubernur Kalbar Ria Norsan menyambut positif program hilirisasi ternak ayam terintegrasi tersebut karena akan dapat membantu memenuhi kebutuhan pasokan daging ayam dan telur yang masih dirasakan kurang.

“Diharapkan ini dapat membantu masyarakat Kalimantan Barat terutama pada kebutuhan daging ayam dan telur ayam yang terpenuhi sehingga harga yang dapat dibeli oleh masyarakat dengan harga murah dan berkualitas baik,” harapnya.

Hal itu disampaikan Norsan saat menerima audiensi dari CEO Firmansyah Grup, Dr. H. Hendra Firmansyah, S.E., M.M didampingi Komisaris Yuliardi Qamal dan Pimpinan Proyek Nursyam Ibrahim serta Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar Ignasius pada Senin (5/1/2026).

Pertemuan ini dalam rangka rencana groundbreaking hilirisasi industri ternak ayam terintegrasi secara serentak di 13 provinsi salah satunya di Provinsi Kalimantan Barat yang dipusatkan di Kawasan Industri Mandor (KIM) Kabupaten Landak di bulan Januari 2026 ini.

Groundbreaking Hilirisasi Ternak Ayam di Kalbar

CEO Firmansyah Grup, Dr. H. Hendra Firmansyah, S.E., M.M. menyampaikan groundbreaking rencananya dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia di Jawa Timur dan Gubernur Kalimantan Barat dapat hadir secara virtual.

Baca Juga:

“Proses groundbreaking nanti akan dilaksanakan di Kabupaten Landak tepatnya di Kawasan Industri Mandor. Kita berharap Pak Gubernur bisa hadir karena program hilirisasi ayam terintegrasi ini akan di adakan di 13 Provinsi secara serentak yang akan dibuka langsung oleh Bapak Presiden,” ungkap Hendra.

Seperti diketahui program ini guna pemerataan khususnya didalam mengatasi kelangkaan telur, ayam dan spesifik dari Kementerian Pertanian adalah menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Menteri Pertanian Amran Sulaeman menegaskan pembangunan integrative farming di industri ayam akan dilakukan melalui penugasan kepada BUMN dengan dukungan pendanaan investasi nasional.

“Infrastruktur integrative farming akan dibangun dari hulu sampai hilir melalui BUMN, mulai dari pembibitan, pabrik pakan, hingga rumah potong dan rantai pendingin,” ujar Amran saat dialog ketahanan pangan yang digelar Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Selasa (16/12).

Ia menambahkan, pembangunan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan dapat diselesaikan dalam kurun waktu sekitar tiga tahun, dengan proyeksi peningkatan pangsa pasar secara signifikan pada tahun ketiga dan keempat.

Konsepnya ada pembangunan yang benar-benar dari nol dan terintegrasi, mulai dari grandparent stock, parent stock, pabrik pakan, obat-obatan dan vaksin, hingga cold storage dan rumah potong ayam.(rob)