loading=

RSUD Soedarso Tidak Miliki CT Scan dan MRAI

RSUD Soedarso Tidak Miliki CT Scan dan MRAI
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan saat sidak ke RSUD Soedarso Pontianak, Rabu (26/3/2025). Ia akan berusaha menambahkan peralatan medis yang kurang seperti CT Scan dan MRAI. Foto: Egi/berkatnewstv

Pontianak, BerkatnewsTV. Salah satu peralatan penting yang belum dimiliki RSUD Soedarso hingga kini adalah CT Scan dan MRAI.

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, menilai kedua alat ini sangatlah penting untuk menunjang kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit.

“Semoga ke depannya kita bisa upayakan untuk melengkapi peralatan seperti CT Scan dan MRAI (Magnetic Resonance Angiography) yang belum ada di sini,” katanya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Soedarso Rabu (26/3).

Meskipun ada beberapa kekurangan, Krisantus mengungkapkan rasa bangganya terhadap kualitas pelayanan di RSUD Sudarso, yang menurutnya tidak kalah dengan rumah sakit-rumah sakit di luar daerah.

“Saya pikir, rumah sakit Sudarso ini kualitasnya tidak kalah dengan rumah sakit-rumah sakit luar. Kita kadang tersugesti untuk berobat ke luar, padahal di sini alat dan dokternya juga sangat baik,” ungkapnya.

Namun, ia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi RSUD Sudarso, yakni tingginya jumlah pasien yang datang, tidak hanya dari Kota Pontianak, tetapi juga dari kabupaten-kabupaten di Kalbar.

“Pasien cuci darah, banyak yang datang dari kabupaten-kabupaten. Ternyata, rumah sakit di kabupaten tersebut belum memiliki peralatan dan dokter yang memadai, sehingga mereka harus datang ke Sudarso,” ujarnya.

Baca Juga:

Kurniawan menekankan pentingnya perkuatan infrastruktur dan manajemen di rumah sakit-rumah sakit daerah lainnya di Kalbar.

“Selain itu, kita harus memperkuat rumah sakit-rumah sakit umum daerah yang ada di kabupaten. Kita harus memastikan mereka memiliki fasilitas yang memadai agar masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke Pontianak,” tambahnya.

Terkait dengan Sumber Daya Manusia (SDM) di RSUD Soedarso, Krisantus mengakui masih ada kekurangan, terutama pada beberapa spesialis.

“SDM kita memang terus berkembang, tetapi masih ada beberapa kekurangan, seperti dokter spesialis Otorologi dan Onkologi yang jumlahnya masih terbatas,” ujarnya.

Krisantus mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mempercayakan pelayanan kesehatan di RSUD Soedarso, meskipun ada tantangan dalam hal jumlah pasien.

“RSUD Soedarso tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik, meskipun ada tumpukan pasien. Kalimantan Barat memiliki sekitar 5,5 juta penduduk, sementara rumah sakit di luar, seperti di Kuching, hanya memiliki sedikit pasien. Otomatis, waktu pelayanan di sana lebih cepat, karena jumlah pasien yang datang jauh lebih sedikit,” ucapnya.

Krisantus pun memastikan Pemprov Kalbar akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan penambahan peralatan medis dan peningkatan jumlah tenaga medis yang ada. (ebm)