Tiga ormas Melayu yakni Majelis Adat Budaya Melayu (MABM), Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM) dan Persatuan Orang Melayu (POM) mendesak kepolisian segera menindak tegas Lurah Beringin
Tiga ormas Melayu yakni Majelis Adat Budaya Melayu (MABM), Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM) dan Persatuan Orang Melayu (POM) mendesak kepolisian segera menindak tegas Lurah Beringin. Foto : ist

Sanggau, BerkatnewsTV. Aksi main pukul Lurah Beringin kepada Randika Jauhari Putra, di warung kopi River X tak jauh dari Dermaga Meliau jalan Pangsuma Kelurahan Beringin berbuntut panjang.

Ia dilaporkan oleh korban ke Polres Sanggau pada Jumat (15/10). Tiga ormas Melayu pun yakni Majelis Adat Budaya Melayu (MABM), Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM) dan Persatuan Orang Melayu (POM) mendesak kepolisian segera menindak tegas pelaku.

“Kami sangat menyesalkan terjadinya pemukulan tersebut, seharusnya oknum Lurah mengayomi warga, apalagi tempat kejadiannya di Kelurahan Beringin. Kami juga minta kepolisian menyelesaikan secara hukum persoalan ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dari masyarakat,” kata Ketua MABM Kabupaten Sanggau Budi Darmawan saat konferensi pers, Minggu (17/10).

Dikatakan Budi, oknum Lurah tersebut sudah dua kali menganiaya warga. Kasus pertama, menurut Budi, dapat diselesaikan secara damai, dan yang bersangkutan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Karena itu, kami minta kepolisian menuntaskan permasalahan ini secara hukum dengan transparan, karena sudah dua kali, jadi kami sudah cukup bersabar lah,” terangnya.

Baca Juga:

Ia mengatakan, korban pemukulan oknum Lurah itu sekarang masih trauma. MABM, lanjut Budi, akan mengawal terus persoalan penganiayaan tersebut. Kepada masyarakat Sanggau, Budi meminta untuk menahan diri dan mempercayakan penanganannya kepada kepolisian untuk mengusutnya.

Sementara itu, Ketua PFKPM Kabupaten Sanggau, Nur Kurniawan mendorong kepolisian menindak tegas oknum Lurah tersebut. Menurutnya, kedamaian di Kabupaten Sanggau tercoreng akibat ulah oknum pejabat Lurah ini.

“Kita sudah hidup damai di Kabupaten Sanggau ini, sudah cukup nyaman kita tinggal di Sanggau ini, tapi ini malah oknum pejabat Lurah yang bikin kisruh. Jadi kami minta polisi menindak tegas oknum Lurah itu,” tegas Nur Kurniawan.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua POM Kabupaten Sanggau, Muhammad Darminta menyebut perbuatan oknum Lurah itu menunjukkan arogansinya sebagai pejabat.

“Kami minta oknum Lurah itu ditindak tegas, jangan karena dia pejabat terus dilindungi. Dia inikan pejabat seharusnya merangkul bukan memukul, gaya-gaya preman seperti itu tidak boleh dibiarkan, kami akan kawal kasus ini” pungkasnya. (pek)