Abdullah (63) peserta JKN-KIS yang bekerja sebagai seorang petani di Setapuk Singkawang mengandalkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) setiap kali menghadapi permasalahan kesehatan.
Abdullah (63) peserta JKN-KIS yang bekerja sebagai seorang petani di Setapuk Singkawang mengandalkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) setiap kali menghadapi permasalahan kesehatan.

Singkawang, BerkatnewsTV. Abdullah (63) peserta JKN-KIS yang berasal dari Desa Setapuk Kecil Kota Singkawang. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari nya, Abdullah bekerja sebagai seorang petani.

Abdullah dan anggota keluarganya selalu mengandalkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) setiap kali menghadapi permasalahan kesehatan. Abdullah pun menceritakan beberapa pengalamannya ketika berobat di fasilitas kesehatan.

“Sekitar tiga bulan yang lalu, saya mengalami sakit gigi dan tidak kunjung sembuh. Daripada saya terus menerus menahan sakit, saya memutuskan pergi ke dokter gigi di Puskesmas Singkawang Utara II tempat saya terdaftar. Disana saya langsung diperiksa oleh dokter gigi dan diberikan beberapa obat. Alhamdulillah sekarang gigi saya sudah bisa berfungsi dengan baik kembali,” ucap Abdullah.

Abdullah menuturkan bahwa istrinya juga sering memanfaatkan kartu JKN – KIS ketika berobat.

Baca Juga:

“Istri saya juga rutin melakukan pengobatan dikarenakan beliau mengidap sakit stroke. Saya membawa nya ke Puskesmas dan biasanya dirujuk di rumah sakit. Biasanya di rumah sakit Vincentius terkadang juga rujukan ke rumah sakit Abdul Azis Kota Singkawang,” ungkapnya.

“Seandainya mau hitung-hitungan untuk total biaya selama pengobatan kami sekeluarga sudah pasti mustahil bagi kami bisa membayar sebanyak itu. Berkat adanya program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan, orang biasa seperti kami dapat melakukan pengobatan dan tidak perlu khawatir dengan biaya karena semua sudah ditanggung BPJS Kesehatan,” ujar Abdullah.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya sering mengedukasi kepada tetangga dan saudaranya untuk mendaftar sebagai peserta JKN-KIS dan rutin melakukan pembayaran setiap bulannya.

“Masyarakat di Desa kami masih banyak yang belum mengerti dengan program JKN-KIS ini. Saya sering mengedukasi kepada tetangga maupun saudara saya untuk mendaftar menjadi peserta JKN-KIS dan taat dalam membayar iuran tiap bulan. Jangan sampai sudah sakit baru mau mendaftar atau melunasi tunggakan,” ungkapnya.

“Saya berharap kepada seluruh masyarakat untuk sadar akan prinsip gotong royong program JKN-KIS dan semoga program ini terus ada sehingga semakin banyak masyarakat yang tertolong,” harap Abdullah.(HR/ih)