Sanggau, BerkatnewsTV. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BM dan SDA) mencatat hingga saat ini jalan yang sudah berstatus mantap di Kabupaten Sanggau 34 persen dan 30 persen rusak berat sedangkan sisanya dalam kondisi rusak sedang.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Sanggau, John Hendri menyebut, dari 1.001 kilometer jalan berstatus jalan kabupaten di Sanggau, baru 34 persen yang sudah berstatus mantap.
“Kondisi jalan mantap ini ada yang kategori baik dan ada juga kategori sedang. Jalan kategori mantap ini adalah jalan yang masih bisa fungsional walaupun tidak semua beraspal, tapi berkerikil,” terangnya.
Ditengah keterbatasan anggaran yang ada, kata John Hendri, tak menurunkan semangat Pemerintah Kabupaten Sanggau untuk berupaya melakukan peningkatan jalan di Kabupaten Sanggau, sesuai perintah Bupati Sanggau. Baik melalui APBD maupun APBN.
“Tentu kita juga terus membangun komunikasi dengan kementerian terkait. Sehingga paling tidak, jalan kategori mantap bisa meningkat 2 sampai 3 persen setiap tahun,” ujar dia.
Begitu juga dengan jalan berstatus jalan provinsi, menurut John Hendri, Pemerintah Kabupaten Sanggau juga terus menjalin komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Kalbar. Hal itu karena jalan berstatus jalan provinsi di Sanggau juga masih butuh perhatian.
Baca Juga:
“Misalkan jalan Bodok-Meliau, masih butuh penanganan. Kemudian Kembayan-Balai Sebut dan Balai Sebut-Batas Sekadau juga sama. Dan alhamdulillah tahun 2021 ini kita mendapatkan kucuran dana dari pak Gubernur untuk penanganan jalan Provinsi di Sanggau,” ungkapnya.
Untuk pemerataan pembangunan, Dinas BM dan SDA, terang John Hendri, terus berupaya meningkatkan jalan desa, membuka jalan antar dusun dan antar desa.
Kemudian, menghubungkan jalan desa ke jalan kabupaten dan menghubungkan jalan kabupaten yang menjadi prioritas terhubung ke jalan provinsi maupun jalan nasional.
“Dalam hal ini, kita memprioritaskan jalan dengan kodisi rusak sedang,” bebernya.
Selain itu, jalan yang berada ibu kota kecamatan juga menjadi perhatian. Menurut John Hendri, penanganan jalan di ibu kota kecamatan ini menjadi penting karena menyangkut wibawa pemerintah.
“Seperti di depan Kantor Camat Noyan saat ini sudah aspal, di Depan Kantor Camat Mukok juga sudah beraspal. Kemudian di Depan Kantor Camat Toba. Artinya kantor camat ini sudah ada wibawalah di mata masyarakat. Masyarakat sudah bisa merasakan, ketika berurusan ke kecamatan jalan sudah mantap,” pungkasnya.(pek)