Wakapolda Kalbar saat memeriksa kesiapan personel dalam penanggulangan karhutla yang mulai marak di Pontianak dan Kubu Raya serta daerah lainnya.
Wakapolda Kalbar saat memeriksa kesiapan personel dalam penanggulangan karhutla yang mulai marak di Pontianak dan Kubu Raya serta daerah lainnya. Foto: ist

Pontianak, BerkatnewsTV. Polda Kalbar telah menyiagakan personel untuk mengantisipasi dan menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Seluruh kekuatan dari seluruh direktorat dikerahkan turun ke lapangan. Termasuk berbagai sarana dan prasarana pendukung yang diperlukan untuk mengatasi Karhutla.

“Gelar pasukan ini dilakukan untuk mengantisipasi bahaya karhutla walaupun situasi dan kondisi saat ini masih dalam masa pandemi covid-19,” kata Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Asep Safrudin disela apel kesiapan Karhutla, Jumat (19/2) di Lapangan Januraga Polda Kalbar.

Kesempatan itu Wakapolda meminta Bhabinkamtibmas melaksanakan sambang kepada masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan membakar hutan dan lahan.

“Akhir-akhir ini sering terjadi pembakaran lahan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, maka kita harus melakukan sinergitas dengan semua Stakeholder yang terkait,” sebutnya.

Memasuki musim panas yang telah berjalan sekitar satu minggu terakhir, pembakaran lahan di sejumlah titik di wilayah Kota Pontianak, Mempawah dan Kubu Raya mulai marak.

Ratusan hektare di tiga daerah tersebut hangus terbakar. Polisi bersama tim gabungan lainnya siang malam bekerja ekstra untuk memadamkan api.

Baca Juga:

Sementara BMKG Kalbar menyebutkan hujan telah turun di sebagian wilayah Kalimantan Barat mulai tanggal 18 Februari 2021 hingga pagi hari ini tanggal 19 Februari 2021.

Wilayah yang telah hujan tersebut antara lain di sebagian Kab. /Kota : Kapuas Hulu, Kubu Raya, Sanggau, Mempawah, Singkawang, Bengkayang dan Sambas.

“Sebelumnya tercatat hujan tidak turun di Kalbar bagian barat maksimum selama 12 hari. Sehingga akumulasi hari tidak hujan di wilayah Kalbar bagian barat yang belum terjadi hujan pada tanggal 18 Februari 2021 menjadi maksimum 13 hari. Hujan intensitas lebat terjadi di sebagian Kab. Sambas dan Bengkayang,” jelas Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak Nanang Buchori dalam keterangan resminya, Jumat (19/2).

Diprakirakan periode tanggal 19 hingga 23 Februari 2021 berpotensi hujan di sebagian wilayah Kalimantan Barat dengan intensitas dominan ringan. Wilayah berpotensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang bisa disertai dengan petir dan angin kencang berdurasi singkat tanggal 19 – 20 Februari 2021.

Antara lain terdapat di sebagian Kab./Kota yakni Kubu Raya, Pontianak, Mempawah dan Kayong Utara. Potensi hujan intensitas sedang hingga lebat tanggal 22 – 23 Februari 2021 terdapat di sebagian Kab./Kota yaitu Landak, Sanggau, Ketapang, Sekadau, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu.

“Adanya potensi hujan di sebagian wilayah Kalbar tersebut semoga bisa membantu kegiatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang saat ini masih berlangsung,” tambah Nanang.

Namun ia sebutkan potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sebagian wilayah Kalbar tanggal 19 – 24 Februari 2021 masih dalam kategori Mudah hingga Sangat Mudah.

Diprakirakan mulai tanggal 24 Februari 2021 potensi terjadinya hujan di sebagian besar wilayah Kalbar kembali rendah. Prakiraan peluang curah hujan Dasarian III Februari 2021 terindikasi curah hujan masih rendah di Kalimantan Barat bagian Barat.

Sehingga Masyarakat dihimbau tidak melakukan kegiatan pembakaran hutan dan lahan setidaknya hingga Dasarian I Maret 2021.(rls/tmB)