Bencana alam melanda sejumlah wilayah di Kalbar. Terparah yaitu bencana banjir sehingga Kalbar memberlakukan siaga darurat batingsor.
Bencana alam melanda sejumlah wilayah di Kalbar. Terparah yaitu bencana banjir sehingga Kalbar memberlakukan siaga darurat batingsor. Foto: ist Bencana alam melanda sejumlah wilayah di Kalbar. Terparah yaitu bencana banjir sehingga Kalbar memberlakukan siaga darurat batingsor. Foto: ist

Pontianak, BerkatnewsTV. Provinsi Kalbar akan memberlakukan siaga darurat bencana banjir, puting beliung dan longsor (batingsor).

Penetapan status seiring banyaknya bencana alam yang melanda sejumlah daerah di Kalimantan Barat.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalbar Novel Umar mengatakan surat keputusan penetapan tersebut telah disampaikan kepada Gubernur Kalbar.

“Dasar penetapan status siaga darurat karena ada dua daerah yang telah menetapkan status darurat yaitu Sanggau dan Landak. Kalau minimal dua daerah tetapkan status maka kami baru bisa tetapkan juga status,” jelasnya kepada BerkatnewTV, Senin (18/1).

Disebutkan Noval, meskipun baru dua daerah yang telah menyampaikan penetapan status namun ada enam daerah yang saat ini telah mengalami bencana alam.

“Daerah itu seperti di Landak, Sanggau, Ketapang, Bengkayang, Kayong Utara dan Sintang. Keenam daerah ini telah menyampaikan laporannya ke kami kondisi daerahnya masing-masing,” terangnya.

Baca Juga:

Sementara daerah lain diakui Novel belum ada menyampaikan laporan ke BPBD Provinsi kendati juga mengalami bencana. Ia mencontohkan Kabupaten Kubu Raya juga mengalami bencana batingsor namun tidak menyampaikan laporan sehingga tidak tercatat di BPBD Kalbar.

“Di Kubu Raya kita ketahui terjadi badai laut tapi tidak ada laporan data di kami, kalau di Bengkayang hanya di Lemukutan saja laporannya,” ucapnya.

Diakui Novel kondisi saat ini Kalbar rawan terjadi bencana alam batingsor. Namun saat ini yang sangat parah di tiga daerah yakni Landak, Sanggau dan Bengkayang.

“Di tiga daerah itu rawan bencana banjir seperti saat ini masih terjadi,” ucapnya.

Ia sebutkan total ada sekitar dua ribu jiwa dan 500 KK yang terdampak banjir dengan puluhan unit rumah dan fasilitas umum alami kerusakan.

“Untuk yang mengungsi 10 KK terjadi di Kabupaten Landak,” ucapnya.

Novel berharap pemda yang belum menetapkan status segera menyampaikan laporannya agar dapat kebutuhan yang dibutuhkan dapat segera disalurkan.

Pihaknya dikatakan Novel telah siagakan personel maupun sapras 24 jam untuk membantu korban bencana. “Kami tetap koordinasi dengan BPBD di daerah dan TNI/ Polri serta instansi terkait untuk penanggulangan bencana,” pungkasnya.(rob)