Turseno saat mengajar anak-anak mengaji di Mushola Nur Hidayah.
Turseno saat mengajar anak-anak mengaji di Mushola Nur Hidayah. Foto: Yti

Sintang, BerkatnewsTV. Turseno setiap hari meluangkan waktunya sebagai guru ngaji di Dusun Sungai Labi Desa Mertiguna Kecamatan Sintang.

Ustadz Seno panggilan akrabnya tinggal seorang diri di rumah kecil ditengah ladang tak melemahkan dirinya untuk hidup hujan panas tak menjadi halangan untuk ia tetap berada di rumah kecil itu.

Hanya Bermodalkan seng bekas juga bilah bambu seadanya menjadikan bangunan rumah itu berdiri mewah di hadapannya, usianya sudah 32 tahun setiap hari Ustadz Seno,selalu aktif kesehariannya untuk menyambung hidup dengan berkebun dan menoreh karet,turun dengan membawa aret modal utama untuk dia berkebun dan menoreh karet.

Setiap sore sampai habis magrib merupakan aktivitas kedua Turseno mengajar anak-anak ngaji di Mushola Nur Hidayah.

Ia mengaku mengajar ngaji panggilan hati. Itu dilakukannya sejak tahun 2006 silam dari satu tempat pindah ketempat lainya. Hingga kini ia juga mengajar di SMP IT.

“Saya tidak berharap gaji jika pun ada orang tua yang menyisihkan rezekinya buat saya tetap saya serahkan ke surau untuk kemakmuran surau,” ucapnya tulus.

Dia memberikan sedikit gambaran jika sebenarnya masalah itu timbul karena orang kurang bersyukur yang pada akhirnya timbul suatu masalah.

“Sebenarnya masalah itu timbul karena kita kurang bersyukur karena kita kurang bersyukur maka timbullah suatu masalah. Ada yang mengatakan kaya itu menjamin kebahagiaan tetapi menurut saya itu tidak. Biar kita tidak punya tetapi kita bersyukur insyaallah kita akan bahagia,” terangnya.

Yustandi salah satu warga Sintang yang peduli akan keberadaan Turseno dengan menyambanginya.

“Kami ingin berikan perhatian alakadarnya. Hal seperti ini bakal menjadi besar jika kita melakukannya dan memberikan perhatian secara berjamaah sebab itu kita mengajak diri sendiri dan mengajak orang lain agar lebih sensitif lagi rasa kepedulian terhadap orang orang yang seperti ini,” tuturnya.

Menurut Yustandi seharusnya Kementerian Agama peduli dengan sosok Seno tersebut sehingga secara khusus dapat memberikan perhatian terhadap guru-guru ngaji.

Baca Juga:

“Sebetulnya guru ngaji bukan beliau saja di daerah-daerah lain yang terpencil, guru ngaji menyampaikan ilmu agama itu secara suka rela,dan iklas membagikan ilmunya jika berharap dengan orang tua yang mengajarkan ngaji anaknya rata rata para orang tua tidak memiliki ilmu yang lebih,” ujarnya.

Ketua RT 010 RW 001 Dusun Sungai Lagi Achmadin mengatakan pihaknya mendapat wakaf tanah tepat disisi sebelah kiri Mushola Nur Hidayah, nantinya direncanakan bakal dibangun tempat tinggal Turseno.

“Hanya kami masih butuh material untuk penunjang pembangunan tempat tinggal pak Seno sekaligus pengurus Mushola Nur Hidayah,” ujarnya.(yti)