Sintang, BerkatnewsTV. 10 Bidan Praktik Mandiri (BPM) di Sintang tutup pelayanan lantaran kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) untuk mencegah virus corona atau covid-19.
Ketua PC IBI Sintang Yuli Sri Ayu menyatakan sebaran Bidan Praktik Mandiri (BPM) banyak tetapi untuk di Sintang mulai menutup praktiknya secara variatif. Di Sintang terdapat 49 BPM tersebar di 14 Kecamatan.
Meskipun baru 1 yang terkonfirmasi positif covid-19, namun jumlah yang reaktif bertambah terus.
“Laporan yang kami terima di IBI kemarin baru berjalan dua minggu mereka tutup,”ujarnya.
Diakui Yuli memang pihaknya buah simalakama dalam pelayanan jika kontrasespsi. Sementara persalinan tidak dilayani juga sulit untuk memilah pasien,.
“Jadi, akhirnya BPM mengkonfirmasi ke IBI untuk tutup sementara tetapi tidak semua BPM tutup. Bagi yang mampu melengkapi APD tetap buka praktik untuk yang tidak mampu mereka memilih tutup,” jelasnya.
Ayu sebutkan untuk pelayanan persalinan itu butuh APD lengkap mengingat bidan bersentuhan langsung dengan pasien disetiap proses melahirkan.
“Jika dengan standar APD biayanya mahal. Apalagi BPM ini rata rata bekerjasama dengan BPJS. Satu persalinan itu hanya dibayar Rp700 ribu untuk jasa pelayanan dan belanja barang habis pakai,” ungkapnya.
Sehingga untuk pelayanan kesehatan diarahkan ke Puskesmas atau rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Sintang Harysinto Linoh menyatakan
pihaknya bersedia membantu APD bagi bidan.
“IBI datang aja ke Dinkes kita akan bantu,” janjinya.
Memang APD bagi bidan praktek adalah sesuai dengan kasus yang ditangani. Untuk pemeriksaan secara umum bidan wajib menggunakan masker, sarung tangan, faceshield. (yti)













