Tim Penertiban Pajak Daerah Pemkot Pontianak terpaksa menutup dua restoran di kawasan Jalan Uray Bawadi lantaran menunggak pajak hingga ratusan juta rupiah. Foto: Ist

Pontianak, BerkatnewsTV. Tim Penertiban Pajak Daerah Pemkot Pontianak terpaksa menutup dua restoran di kawasan Jalan Uray Bawadi lantaran menunggak pajak hingga ratusan juta rupiah.

Petugas menempel stiker yang bertuliskan ‘Tempat Usaha Ini Ditutup Sementara oleh Pemerintah Kota Pontianak (Badan Keuangan Daerah) Karena Tidak Membayar/Menunggak Pajak’.

Sekretaris BKD Kota Pontianak, Mahardika Sari mengungkapkan nilai tunggakannya berkisar antara Rp270 juta hingga Rp300 juta.

Ia katakan sebelum dilakukan tindakan penutupan, pihaknya sudah melayangkan surat teguran tiga kali dan terakhir surat paksa agar mereka menyelesaikan tunggakan pajaknya.

“Dengan demikian, secara aturan dan Surat Keputusannya juga sudah diterbitkan oleh Bapak Wali Kota untuk dua restoran ini maka dilakukan penutupan sementara,” tegasnya, Rabu (11/3).

Ia sebutkan penutupan berlaku selama wajib pajak belum membayar atau melunasi piutang pajaknya. Namun bila mereka menyelesaikan seluruh tunggakannya maka mereka diperkenankan untuk membuka kembali usahanya.

Sementara, terkait keringanan pajak yang diminta oleh wajib pajak, menurutnya, mereka harus menyetorkan terlebih dahulu, minimal sebagian dari piutangnya.

Kemudian baru dilakukan secara prosedural untuk berikan keringanan. Apakah keringanan dalam bentuk sanksi administrasi atau lainnya. Lazimnya keringanan diberikan atas sanksi administrasi.

“Alasan dari Wajib Pajak ada yang mengaku omzetnya menurun, ada juga peralihan kepemilikan. Tetapi karena sudah prosedur maka harus ditaati,” tegasnya.

Kepala Satpol PP Kota Pontianak, Syarifah Adriana menyatakan, pihaknya akan mengawasi kedua restoran yang telah ditutup tersebut.

Kendati sudah dilakukan penempelan stiker penutupan sementara pada hari ini, mereka masih diperkenankan untuk tetap menyelesaikan operasionalnya hingga tutup malam harinya.

Apabila keesokan harinya mereka menyelesaikan tunggakan pajaknya, baru kemudian pihaknya akan membuka kembali segel stiker yang sudah ditempel.

“Tapi jangan coba-coba pemilik usaha membuka stiker ini kalau mereka belum menyelesaikan tunggakan pajaknya, kita tak segan-segan menjatuhkan sanksi yang lebih berat,” tegasnya.

Terpisah, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menuturkan, adanya tindakan penutupan sementara itu berarti ada pelanggaran yang dilakukan restoran tersebut.

Hal ini merupakan langkah akhir dari proses untuk pengusaha melakukan kewajibannya. Para wajib pajak itu sudah diberikan toleransi dengan melayangkan peringatan terlebih dahulu.

“Sehingga kalau itu sudah dijalankan, saya rasa tidak perlu ada penutupan,” pungkasnya.(jim)