Diantara ratusan pejabat yang dilantik tersebut terdapat 11 nama pejabat eselon II yang juga dilantik. 8 Diantaranya hasil open bidding (seleksi jabatan tinggi pratama) yang digelar pada bulan November lalu. Sementara tiga nama lainnya dimutasi. Foto: Ist

Pemkab Kubu Raya mengukuhkan dan melantik ratusan pejabat mulai dari eselon IV, III hingga II pada Senin (6/1) lalu. Para pejabat itu tidak hanya yang dimutasi namun juga diantaranya mendapat jabatan promosi, mulai dari staf menjadi eselon IV hingga menduduki jabatan eselon III.

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Menariknya, diantara ratusan pejabat yang dilantik tersebut terdapat 11 nama pejabat eselon II yang juga ikut dilantik. 8 Diantaranya adalah hasil open bidding (seleksi jabatan tinggi pratama) yang digelar pada bulan November 2019 lalu. Sementara tiga nama lainnya dimutasi.

Delapan pejabat hasil open bidding itu yakni Kadis Kesehatan, Marijan, Kadis Perikanan, Hefni Rizal, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Mustofa serta Kepala Bappeda, Amini Maros.

Kemudian Kadis PUPR dan Kawasan Pemukiman, Sapriadi, Kepala BPKAD, Gunawan Putra, Kepala BPMPTSP, Maria Agustina serta Kadis Nakertrans, Heri Supriyanto,

Sedangkan tiga nama yang dimutasi yakni Kadis Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Nursyam Ibrahim menjadi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM. Kemudian, Kadis Kominfo Lechdiyanto menjadi Kadis Kesbangpol Kubu Raya dan Kepala BP2AKB Titus Nursiwan menduduki posisi Kepala Dinas Sosial.

Dinas Sosial adalah OPD baru yang telah disahkan Perdanya hasil pemekaran dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Selain Dinas Sosial juga dibentuk OPD baru yakni Dinas Kebersihan, pemekaran dari Dinas PUPR.

Plt Kepala BKPSDM Kubu Raya, M. Noh Syaiman mengatakan pelantikan 11 pejabat eselon II ini bersamaan dengan pelantikan 163 eselon III dan eselon IV.

“Ini dilakukan seiring mulai berlakunya Perda nomor 15 tahun 2019 tentang perubahan atas Perda Nomor 6 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan OPD,” jelasnya.

Diketahui, sebanyak 30 nama pejabat di Kubu Raya mengikuti open bidding atau seleksi pimpinan jabatan tinggi pratama untuk delapan jabatan eselon II yang mulai dilaksanakan pada Kamis (28/11) 2019 lalu.

Kedelapan posisi itu memang masih kosong dan saat ini dijabat oleh seorang Pelaksana Tugas (Plt). Dari 30 nama tersebut diantaranya ada yang melamar lebih dari satu formasi.

Sehingga total peserta yang terdaftar sebanyak 43 orang, diantaranya 7 peserta untuk posisi calon Asisten Pemerintahan, 4 peserta melamar calon Kepala Dinas Kesehatan.

4 peserta calon Kepala Dinas PUPR, 7 peserta calon Kepala Dinas Nakertrans, 5 peserta calon Kepala Dinas Perikanan, 5 peserta calon Kepala Bappeda, 7 peserta calon Kepala Dinas PM dan PTSP, dan 4 peserta calon Kepala BPKAD

Para peserta lebih didominasi oleh pejabat eselon III hanya dua orang dari pejabat eselon II.

“Jadi, rata-rata memang dari eselon III karena syaratnya sudah pernah mengikuti posisi di eselon III minimal dua kali. Dua orang eselon II karena berkeinginan untuk merubah di posisi lain yakni yang sekarang ini sedang menjabat di staf ahli,” tambah M Noh.

Pansel Jamin Ojektif dan Transparan

Sementara itu Pansel menjamin open bidding akan berjalan dengan objektif dan secara transparan.

“Kami tetap mengedepankan objektifitas dan transparansi. Sebab yang kami cari adalah yang baik diantara yang terbaik,” tegas Ketua Pansel Kamarullah dari Untan.

Kamarullah memastikan hasil dari semua tahapan itu akan diumumkan ke publik secara terbuka.

Ia sebutkan ada beberapa tahap yang mesti diikuti peserta. Setelah mengikuti tahap penulisan makalah.

“Setelah ini akan dilihat berapa yang lolos kemudian mengikuti tahap selanjutnya yakni uji kompetensi, wawancara, menelusuri rekam jejak calon,” jelasnya.

Ia sebutkan setiap tahap memiliki bobot penilaian. Seperti tahap penulisan makalah 20 persen. Disitu dilihat sistematika penulisannya, ide atau gagasan dan lainnnya.(rob)