RSUD Kubu Raya Resmi Beroperasi. Pemprov Kalbar Hibahkan Tanah ke Pemkab Kubu Raya

Gubernur Kalbar, Bupati, dan Forkompinda saat melihat maket bangunan RSUD Kubu Raya yang telah diresmikan. Foto: Robby

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kubu Raya akhirnya mulai beroperasi melayani masyarakat pada Senin (6/12) sejak selesai dibangun setahun silam.

Peresmian itu ditandai dengan penanda tanganan prasasti oleh Gubernur Kalbar dan Bupati Kubu Raya.

Gubernur Kalbar Sutamirdji mengapresiasi berdirinya RSUD Kubu Raya di Rasau Jaya sebab dinilai dapat melayani masyarakat dari beberapa kecamatan.

“Disini sangat strategis karena dapat melayani masyarakat baik dari darat maupun sungai sesuai kondisi geografis Kubu Raya,” tuturnya.

Untuk tahap awal midji menilai fasilitasnya sudah sangat baik. Namun kedepannya mesti dilengkapi trrus.

“Kalau untuk peningkatan pendapatan bisa ditambahkan lagi tenmpat rawat inapnya dan menjadi badan layanan daerahnya sehingga bisa mengelola sendiri kedepannya,” terangnya.

Untuk lahan Midji memastikan akan dihibahkan ke Pemkab Kubu
Raya.

“Itu gampang bisa selesai dua hari, selesai,” katanya.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan ditundanya pengoperasian RSUD Kubu Raya selama setahun lantaran masih terkendala dengan IPAL seperti yang disyaratkan dari kementerian.

“Sehingga belum bisa dioperasikan tapi sekarang IPAL sudah selesai ini jangan sampai terjadi keresahan sebab menyangkut limbah,” tuturnya.

Terkait sarana prasarana Muda akui memang masih banyak dibemahi dan ditanbah. Bahkan hingga kini masih ada sejumlah kekurangan yang akan dibenahi melalui APBD Tahun 2020 secara bertahap maupun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Pembenahan bertahap dilakukan karena menurutnya pemerintah daerah tidak ingin kehilangan fokus dalam memperkuat pelayanan di tingkat dasar yakni puskesmas, pustu, dan poskesdes.

“Pembenahan ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Karena jangan sampai rumah sakit ini pelayanan sama dengan puskesmas, karena yang seharusnya menjadi pusat rujukan,” tuturnya.

Muda mengungkapkan, masalah kesehatan yang ada di Kubu Raya dan menjadi target prioritas untuk diselesaikan adalah masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan angka stunting.

Terkait persoalan tersebut, maka RSUD Kubu Raya akan diperkuat dalam hal pelayanan ibu dan anak tanpa meninggalkan pelayanan medik lainnya.

“Hal ini juga untuk mengantisipasi harapan masyarakat yang terlalu tinggi akan pelayanan yang paripurna dari sebuah rumah sakit,” sebutnya.

Dengan kemampuan sumber daya rumah sakit yang terbatas, Muda menilai perlunya fokus pada hal yang berdampak positif yang luas. Karena itu disematkan kalimat “Unggul dalam Pelayanan Ibu dan Anak” di belakang tulisan RSUD Kubu Raya.

Penulisan itu diharapkan menjadi spirit untuk fokus pada upaya menyiapkan “Generasi Unggul Indonesia Maju” sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Sebab generasi unggul dimulai dari hulu yakni mengawal seribu hari pertama kelahiran.

“Kehidupan harus ada jaminan bahwa ibu-anak cukup gizi, imunisasi lengkap, dan sanitasi lingkungan sehat dari mulai periode kehamilan sampai anak usia dua tahun. Dengan begitu akan lahir generasi unggul Kubu Raya yang memiliki daya saing,” jelasnya.(rob)

Tulis Komentar