Petugas Satgas Yonif Raider 641/Bru mengamankan belasan karung gula yang disimpan di semak-semak. Foto: Ist

Sanggau, BerkatnewsTV. Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 641/Bru kembali menggagalkan masuknya barang – barang ilegal dari Malaysia.

Kali ini, penyelundupan berupa 12 karung gula pasir tidak bertuan dengan berat total 600 kilogram di jalur tikus sektor kanan PLBN Entikong. Diduga gula pasir tersebut berasal dari Malaysia.

“Penemuan 12 karung gula pasir tersebut bermula ketika anggota melaksanakan rotasi personel yang menjaga di Pos Sektor Kanan PLBN Entikong dan dilanjutkan kegiatan ambush di sekitar jalan tikus patok batas negara G.128,” ungkap Komandan Satgas Pamtas Yonif Raider 641/Bru, Letkol Inf Kukuh Suharwiyono, Senin (23/12).

Ia menjelaskan ketika menuju ke titik ambush, salah satu anggota melihat tumpukan karung di semak-semak. Melihat hal itu, lanjutnya, personel Satgas memeriksa tumpukan tersebut dan didapati berisi gula pasir.

“Entikong berpotensi besar sebagai jalur ilegal atau penyelundupan karena lokasinya yang berada di perbatasan dan sangat dekat dengan Malaysia. Kegiatan penyelundupan tersebut dilakukan melalui jalur-jalur tikus yang ada di sektor kanan dan kiri PLBN,” ujar dia.

Ditegaskan, menjelang Natal dan Tahun Baru ini Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Rider 641/Bru berkomitmen terus meningkatkan pengamanan dengan cara melaksanakan patroli dan ambush di jalur-jalur tikus yang ada di sepanjang perbatasan untuk mencegah penyelundupan barang ilegal khususnya narkoba.

“Barang bukti 600 kilogram gula pasir diserahkan ke Bea Cukai Entikong untuk pengembangan penindakan lebih lanjut,” tuturnya. (dra)