Terlantar di Gubuk Reyot, Nenek Sempel Diobati Satgas Raider 641/Bru

Tim kesehatan Satgas Yonif Raider 61/Bru menyambangi Nenek Sempel untuk membantu pengobatannya. Foto: Ist

Sanggau, BerkatnewsTV. Sempel (76 tahun), seorang nenek renta di Dusun Sungai Ima, Desa Sotok, Kecamatan Sekayam berjuang hidup seorang diri di sebuah gubuk reyot.

Tak ada perabot didalam gubuk berukuran 3×3 meter yang hampir roboh itu, hanya selembar tikar lusuh sebagai alas tidurnya.

Di tengah kehidupannya yang kekurangan, Nenek Sempel masih harus berjuang saat beraktivitas. Matanya yang tidak bisa melihat karena katarak dan bengkak di sekujur tubuh, membuat Nenek Sempel hanya mampu beringsut diantara lubang-lubang lantai kayu yang lapuk.

Ketika memasuki gubuk, bau kotoran dan sampah langsung menyapa siapa saja yang datang. Gubuk yang ditingggali sejak beberapa tahun terakhir itu juga menjadi tempat Nenek Sempel ‘buang hajat’ saat kebelet.

Keberadaan Nenek Sempel mulai diketahui publik sejak bidan desa bernama Yuyun bersama suaminya melakukan pendataan warga kurang mampu di Dusun Sungai Ima. Potret pilu Nenek Sempel itu kemudian diunggah ke media sosial oleh suami Bidan Yuyun.

Kehidupan Nenek Sempel lantas menggugah rasa kemanusiaan Satgas Pamtas Yonif Raider 641/Bru. Tim kesehatan Satgas Yonif Raider 61/Bru bergerak cepat menyambangi Nenek Sempel pada Kamis (28/11) di Dusun Sungai Ima.

“Kami sudah tawarkan pengobatan untuk nenek, awalnya beliau menolak, tapi setelah kami yakinkan akhirnya beliau mau. Nenek Sempel sesegera mungkin kami bawa ke kota untuk pengobatannya. Kami sudah siapkan fasilitas pengobatan mata untuk nenek,” ujar Komandan Satgas Yonif Raider 641/Bru, Letkol Inf Kukuh Suharwiyono.

Kukuh menuturkan, kondisi kesehatan dan tempat tinggal Nenek Sempel sangat memprihatinkan. “Beliau mandi disitu, makan disitu, masak juga disitu. Makan kadang hanya dengan nasi dan garam, kalau tidak ada makanan, menunggu pemberian dari kerabat disekitar gubuk,” imbuhnya.

Sementara itu, Dokter Satgas Pamtas Raider 641/Bru Lettu CKM Suhemi menjelaskan Nenek Sempel menderita penyakit kronis yang disebabkan tidak higienisnya sanitasi di gubuk tersebut.

Selain itu, dari diagnosa sementara diduga Nenek Sempel menderita gangguan fungsi ginjal.

“Dari ciri fisiknya, ada tanda-tanda ginjalnya bermasalah. Yang sesegera mungkin harus dilakukan yaitu mengevakuasi nenek ini ke tempat yang lebih terawat kebersihannya, sambil diobati penyakitnya. Setelah semuanya stabil, baru dilakukan operasi kataraknya,” tutur Suhemi.(dra)

Tulis Komentar