Waspada Tawaran Bisnis Aplikasi Dengan Syarat Dimintai KTP

warga berkumpul di rumah Ketua RT 01 RW 18 Gang Alpokat Indah 5 Kelurahan Sui Beliung untuk melaporkan dugaan penipuan yang dialami warga. Foto: Ist

Pontianak, BerkatnewsTV. Info buat para keluarga jikalau ada seseorang yang datang meminjam KTP untuk di foto, minta foto diri dengan HP yang bersangkutan dengan memberi imbalan uang 100 rb sampai 500 rb.

Mohon untuk ditolak dan tidak memberi data pribadi yang diminta orang tersebut karena data kita akan disalah gunakan untuk pinjaman online.

Hari ini ada sekitar 100 orang yang terkena penipuan data yang melaporkan ke kantor OJK. Korban berdomisili rata-rata di Komplek UKA Jeruju.

Mohon untuk keluarga berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan janji-janji orang yang tidak kita kenal dengan modus meminjam data pribadi kita.

Imbauan diatas beredar di sejumlah grup-grup whatsapp yang dishare secara berantai seiring terjadinya penipuan berkedok point pesawat mengatas namakan aplikasi Traveloka.

Kasus ini terbongkar ketika lebih dari 50 orang warga berkumpul di rumah Ketua RT 01 RW 18 Gang Alpokat Indah 5 Kelurahan Sui Beliung untuk melaporkan dugaan penipuan yang dialami warga.

Saat itu, terungkap bahwa dugaan penipuan ini bermula dari seorang mahasiswa bernama Safitri ditawarkan oleh Husin bisnis point pesawat dari Traveloka. Safitri adalah teman sekolah Yunita (istri Husin).

“Atas tawaran itu Safitri pun berminat sehingga menyusul Husin di salah satu cafe Jalan Suwignyo. Terjadilah pembahasan keduanya mengenai bisnis yang ditawarkan. Husin pun meminta KTP Safitri sebagai syarat agar dapat mengikuti bisnis tersebut,” kata Kapolsek Pontianak Barat Kompol Abdullah, Rabu (10/7) malam.

Selain fotocopi KTP, Husin juga memfoto wajah Safitri dengan ponsel. Bahkan, Safitri mendapat uang Rp100 ribu dari Husin karena dianggap telah berhasil mendapatkan point.

Seminggu kemudian, Husin menghubungi kembali Safitri yang menawarkan jika ada rekanan yang ingin ikut bisnis tersebut agar menghubunginya.

“Safitri akhirnya dapat mengumpulkan sebanyak 100 orang yang berminat mengikuti bisnis yang sama,” tambah Kapolsek.

Terkuaknya dugaan penipuan ini ketika salah seorang anggota jaringan bisnis ini bernama Siti Nurjanah akan pinjam uang ke Bank Kalbar.

Namun pihak Bank Kalbar tidak dapat memproses karena yang bersangkutan ada tunggakan dari PT. Catur Nusa Sejahtera Finance.

Warga Gang Alpokat Indah 5 ini terkejut lantaran tidak pernah merasa pinjam uang di PT Catur Nusa Sejahtera Finance.

Pihak Bank Kalbar sempat bertanya, “apakah dirinya pernah memberikan identitas (KTP) kepada pihak lain”. Dari situ lah Siti Nurjanah baru menyadari ia pernah memberikan identitas kepada pihak lain (diserahkan kepada Husin demi mendapatkan bisnis poin pesawat traveloka).

Pihak Bank Kalbar menyarankan untuk melapor ke-OJK. Selanjutnya yang bersangkutan mendatangi kantor OJK namun sampai dengan saat ini belum diberikan layanan karena harus membuat laporan polisi terlebih dahulu.

“Ia pun memberitahukan ke anggota bisnis yang lain. Sehingga pada Rabu malam berkumpul di rumah Ketua RT. Rencananya mereka akan membuat laporan ke Polresta Pontianak,” beber Kapolsek.(tm)

Tulis Komentar