loading=

Usai Karhutla, Kalbar Dilanda Hujan. Ancaman Batingsor Depan Mata

Usai Karhutla, Kalbar Dilanda Hujan. Ancaman Batingsor Depan Mata
Kepala BPBD Kalbar, Ridwan saat konfrensi pers, Senin (5/10/2026) terkait dengan perkembangan karhula dan ancaman batingsor di Kalbar. Foto: rob/berkatnewstv

Pontianak, BerkatnewsTV. Setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlahan mulai mereda. Namun Kalbar mulai akan dihadapkan dengan musim penghujan yang diperkirakan terjadi mulai Oktober ini hingga beberapa bulan kedepan.

Ancaman bencana banjir, puting beliung dan longsor (batingsor) pun depan mata.

“Berdasarkan informasi BMKG, mulai pertengahan Oktober kita akan menghadapi curah hujan yang cukup tinggi dan puncak hujan diperkirakan mulai terjadi pada periode berikutnya,” kata Kepala BPBD Kalbar, Ridwan saat konfrensi pers, Senin (5/10/2026).

Ia sebutkan Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena peningkatan curah hujan dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang atau puting beliung.

“Karena itu, kita mulai melakukan antisipasi secara dini. Potensi banjir, tanah longsor maupun puting beliung harus kita siapkan penanganannya sejak sekarang,” ujarnya.

Untuk kondisi cuaca pada 5 Oktober, potensi hujan ringan hingga sedang masih terdapat di sejumlah wilayah seperti Sambas, Kapuas Hulu, Sanggau dan Sintang. Sementara itu, potensi pertumbuhan awan di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat dinilai cukup baik.

Baca Juga:

“Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu proses pembasahan lahan, khususnya di wilayah yang masih terdapat titik panas,” tuturnya.

24 Hotspot Kepercayaan Tinggi di Ketapang

Ridwan menjelaskan, berdasarkan data BMKG yang diterima hingga 4 Oktober 2026 pukul 23.59 WIB, terpantau sebanyak 24 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Kalimantan Barat. Sebagian besar titik tersebut berada di Kabupaten Ketapang, khususnya wilayah Kendawangan.

“Berdasarkan data yang kami terima dari BMKG, kondisi karhutla di Kalbar sudah mengalami penurunan yang sangat signifikan. Sampai dengan update terakhir, terdapat 24 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi dan sebagian besar berada di Kabupaten Ketapang,” tambah Ridwan.

Namun, ia katakan Secara keseluruhan, kondisi karhutla di Kalbar sudah semakin membaik dan terkendali.

“Bahkan pada minggu lalu, kita sempat berada pada kondisi nol titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi,” ungkapnya.

Meski demikian, BPBD Kalbar mengingatkan agar masyarakat maupun pihak lainnya tidak melakukan pembakaran lahan. Sebab, kondisi yang mulai membaik tersebut dapat kembali memburuk apabila pembakaran masih dilakukan.(rob)