Jakarta, BerkatnewsTV. Presiden RI Prabowo Subianto membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pembentukan BPGMN setelah Presiden diskusi dengan para ahli dan ilmuwan gambut di Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis (24/9/2026).
“Tadi pak presiden menerima 22 ahli di bidang gambut dan berdiskusi panjang lebar. salah satu yang penting adalah membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN),” kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
BPGMN ia sebutkan akan diisi oleh para ahli, ilmuwan dan professional dengan dukungan anggaran memadai yang fokus menangani gambut untuk pencegahan karhutla di enam provinsi yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
Baca Juga:
- 4 Desa Dapat Bantuan Alat Pemadam Api Cegah Karhutla Sekitar Supadio
- Satgassus Diintruksikan Patroli Cegah Karhutla , Sengaja Bakar Lahan Dipidana
“Tujuannya adalah melakukan pencegahan karhutla karena semua kita sadari pencegahan jauh lebih penting, lebih efektif, efisien ketimbang Tindakan yang bersifat reaktif dan reaksioner.
BPGMN disebutkan Juli berbeda dengan BGRM yang sebelumnya sudah dibubarkan berada dibawah Kementerian Kehutanan, penyusunan MSKPK dibawah Kementerian Keuangan.
BPGMN menggantikan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) yang dibentuk pada 2016 dan dibubarkan pada akhir 2024. Pembubaran BRGM dilakukan melalui Surat Menteri Sekretaris Negara Nomor B-175/M/D-1/HK.03.00/04/2025, dengan tugas restorasi dialihkan ke Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Saat itu, BRGM berada di bawah Kementerian Kehutanan dengan otoritas terbatas.
Kepala BRIN Arif Satria menyatakan, BRIN akan mendukung BPGMN, khususnya dalam deteksi dini dan deteksi titik panas atau hotspot, termasuk dengan teknologi AI.
“BRIN diminta untuk mendukung peran badan ini. Khususnya kita melakukan deteksi dini hotspot dengan menggunakan AI untuk mengantisipasi karhutla,” jelasnya.(tmB)













