Pontianak, BerkatnewsTV. Anggota DPRD Kota Pontianak, Matruji turun langsung ke SPBU memantau langsung distribusi BBM dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak panik sejak sore hingga malam diantaranya di SPBU 6478202 Pontianak Utara.
Menurut Matruji bahwa ketersediaan BBM sebenarnya tidak lah kurang namun dikarenakan masyarakat panic buying terlebih menghadapi Hari Raya Idul Fitri sehingga terjadi lah antrean panjang di seluruh SPBU yang ada di Kota Pontianak dan Kubu Raya.
“Padahal, begitu saya lihat langsung ternyata stok BBM di SPBU lebih dari cukup. Tidak ada terjadi kekurangan. Seperti di SPBU di sini,” katanya kepada berkatnewstv usai meninjau langsung di SPBU, Jumat (20/3/2026).
Saat di SPBU, legislator PPP yang terpilih dari dapil Pontianak Utara ini turut serta membantu mengatur arus kendaraan yang akan mengisi BBM agar tetap tertib.
Ia sekaligus juga memberikan imbauan kepada pengendara agar tidak panik dan tetap tenang karena ketersediaan cukup hingga lebaran. Matruji tidak sendiri namun juga dibantu oleh beberapa relawan dari DPD Organda Kalbar yang turut membantu di lapangan.
“Jadi, saya mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak termakan isu-isu yang tidak benar. Mari kita bersama-sama menciptakan situasi yang kondusif agar kita tetap merayakan lebaran dengan suasan yang aman dan nyaman Bersama keluarga,” imbaunya.
Baca Juga:
Sementara itu Manager SPBU 6478202 PT Beringin Raya, Harry Runtu mengakui heran dengan antrean panjang yang terjadi di SPBU yang terjadi sejak kemarin hingga malam ini. Padahal, stok dan ketersediaan BBM sangat aman.
“Distribusi BBM ke SPBU ini sudah banyak selama dua hari ini sejak terjadi antrean panjang. Seperti Pertalite sebanyak 24 kl, pertamax 8 kl dan biosolar 8 kl. Bahkan, sebentar lagi akan dating pertamax sebanyak 8 kl. Jadi, artinya stok BBM aman,” jelasnnya dikonfirmasi berkatnewstv, Jumat (20/3/2026) malam.
Ia sebutkan untuk kapasitas tanki di SPBU seperti Pertalite sebanyak 30 kl, Pertamax sebanyak 15 kl, biosolar sebanyak 30 kl dan Dexlite 5 kl. Kendati kapasitasnya besar namun tergantung alokasi yang diberikan Pertamina.
“Dan dikirim sesuai permintaan namun terkadang terlambat karena menunggu armada akan tetapi bukan berarti terjadi kelangkaan atau kekurangan,” ucapnya.
Namun Harry sebutkan, sejak sore hingga malam ini antrean sudah mulai berkurang, tidak lagi mengular seperti kemarin hingga tadi siang. “Akan tetapi kami tetap buka 24 jam sesuai dengan imbauan walikota dan gubernur. Kalau untuk besok kami tetap masih buka dan melayani meskipun Hari Raya Idul Fitri,” pungkasnya.(rob)













